Dirjen Kerjasama Perdagangan Internasional, Kementerian Perdagangan (Kemendag) Bachrul Chairi menjelaskan, acara ini penting bagi Indonesia, selain KAA yang digelar di Bandung.
"Acara ini penting dan yang kedua kali Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah, khususnya di East Asia (Asia Timur)," kata Bachrul saat ditemui di Gedung Kemendag, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Rabu (18/02/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertemuan akan dilakukan pada perusahaan besar akan bertemu di Indonesia. Indonesia harus memanfaatkan acara ini karena menghadirkan para CEO dunia. Pengusaha kita bisa melakukan networking antar perusahaan," paparnya.
Even ini akan dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tema yang diangkat di dalam acara ini juga tepat bagi Indonesia yaitu pendidikan, infrastruktur, hingga teknologi.
Di sektor infrastruktur saja, Indonesia memerlukan investasi Rp 530 triliun, sedangkan pemerintah hanya mampu menyediakan Rp 129 triliun. Diharapkan Presiden Jokowi dapat mengundang investor asing menanamkan modal, dan membangun banyak proyek infrastruktur di dalam negeri.
"Kesempatan ini akan digunakan pemerintah Indonesia terutama Presiden kita. Policy kita 5 tahun ke depan dan mendukung iklim investasi dan potensi investasi dalam 5 tahun ke depan. Forum ini sangat tepat, konteks pembangunan sangat luas termasuk infrastruktur," jelas Bachrul.
Sementara itu di tempat yang sama, Sushant Palakurthi Rao sebagai Direktur Senior, Kepala Asia Pasifik, World Economic Forum mengungkapkan, acara ini juga terbuka membicarakan masalah strategis lain seperti ketahanan pangan hingga akses energi berkelanjutan.
"Acara ini kedua kalinya di Indonesia terakhir di gelar tahun 2011. Pertemuan ini sangat penting karena tidak hanya bersifat business meeting dan business conference tetapi di seluruh sektor seperti industri, food security hingga energy acsess," tandasnya.
(wij/dnl)










































