Hal ini diungkapkan Gobel, usai mengunjungi kedua negara itu saat kunjungan kerja ke luar negeri.
"Soal Thailand, saya ambil contoh otomotif. Saat otomotif AS (Amerika Serikat) kesulitan, Thailand mengatakan ingin menjadi Detroit Asia," ungkap Gobel saat berdialog dengan pelaku usaha dan pakar ekonomi, di Auditorium Utama Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Senin (23/02/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kebijakan semua mengarah ke sana. Alhasil, industri komponennya besar. Kita industri komponennya tidak sekuat Thailand, kenapa? Karena kita mengandalkan pasar domestik. Ada sesuatu yang salah dan kita perbaiki," paparnya.
Kemudian soal kedua adalah di sektor pangan. Pemerintah serta Raja Thailand memberikan opsi penuh memajukan sektor pertanian. Pemerintah Thailand menggelontorkan subsidi yang cukup besar di sektor pertanian.
"Pangan di Thailand itu merupakan bagian dari ketahanan nasionalnya. Food sama dengan security. Saya ke datang pabrik gula di Thailand di sana sudah terintegrasi dari perkebunan sampai ke industri rafinasi hingga ke etanol," tuturnya.
Tidak hanya itu, pemerintah Thailand juga mewajibkan stasiun pompa bensin menjual hasil-hasil pertanian. Cara ini juga dilakukan sebagai langkah promosi yang murah dan efisien.
"Saya mampir ke stasiun pompa bensin, di sana ada produk hasil pertanian dan itu juga diekspor. Itu satu pelajaran yang bisa saya ambil dari Thailand," katanya.
Sementara saat mengunjungi Jepang, Gobel terkesan dengan kemajuan teknologinya. Jepang telah mampu mengubah industri berbasis tekstil menjadi komponen pesawat terbang yang murah.
"Di Jepang saya ketemu seorang chairman lalu apa yang diceritakan, (merek) Toray dari tekstil sekarang menjadi fiber untuk body pesawat. Ini teknologi," tambahnya.
Dari Jepang juga ia mendapatkan kabar gembira. Pasalnya Toyota berkomitmen menambah nilai investasinya di Indonesia.
Secara umum dari kunjungannya ke dua negara itu, Gobel ingin industri di Indonesia bangkit. Sehingga dengan kekayaan sumber daya alam yang ada, Gobel optimistis Indonesia mampu merajai pasar ASEAN.
"Saya datangi Toyota, mereka bilang Indonesia waktunya menjadi industri otomotif dan bisa menyaingi Thailand. Karena kekuatan domestik mengapa mereka (Toyota) ingin ke Indonesia. Di situ saya punya optimisme. Menurut saya Indonesia bisa jauh lebih besar dari negara ASEAN," jelasnya.
(wij/dnl)











































