Pupuk Sriwijaya dan Semen Gresik jadi Focus Holding

Pupuk Sriwijaya dan Semen Gresik jadi Focus Holding

- detikFinance
Kamis, 03 Feb 2005 01:16 WIB
Jakarta - 158 BUMN yang terdiri dari 10 sektor Industri akan diklasifikasikan ke dalam stand alone, focus holding atau roll up. PT Pupuk Sriwijaya dan PT Semen Gresik akan menjadi focus holding. Demikian disampaikan Menneg BUMN Sugiharto dalam RDPU dengan Komisi VI DPR di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (3/2/2005). Kementerian BUMN akan membuat 2 focus holding yang berasal dari industri pupuk dan perkebunan untuk sektor agro industri. PT Pupuk Sriwijaya ditetapkan sebagai focus holding untuk industri pupuk. 5 industri pupuk lainnya menjadi anggota dari focus holding itu. Kelima industri pupuk itu adalah PT Pupuk Kaltim, PT Pupuk Iskandar Muda, PT Pupuk Kujang, PT Pupuk Petrokimia dan PT Pupuk Asean Fertilizer Untuk sektor perkebunan, Kementerian BUMN akan menetapkan 1 focus holding dari 14 PTPN dan 1 RNI. Namun, belum ditetapkan mana yang akan menjadi focus holding. Sedangkan untuk sektor semen, Kementerian BUMN menetapkan PT Semen Gresik menjadi focus holding. PT Semen Padang dan PT Tonasa menjadi anggota focus holding. 2 BUMN semen lainnya yakni PT Baturaja dan PT Kupang sedang dipertimbangkan untuk menjadi anggota focus holding. Untuk BUMN logistik, khususnya sektor pelayaran, Kementerian BUMN akan membentuk satu focus holding dari PT PELNI, PT Bahtera Adhi Guna, PT Jakarta Llyod dan ASDP. Sedangkan untuk kehutanan, Kementerian BUMN akan menggabungkan 5 PT Inhutani menjadi 3 perusahaan dengan ruang lingkup yang berbeda yaitu berdasarkan Inhutani sumber daya alam hutan, Inhutani pelayanan panen dan pemasaran kayu gelondongan serta Inhutani proses dan pemasaran produk. Menanggapi banyaknya keluhan dari sejumlah pihak terhadap focus holding ini, Sugiharto mengatakan focus holding dalam konsep manajemen modern merupakan hal wajar. "Buat saya wajar setiap perubahan memerlukan transparansi pemikiran. Tetapi masalah focus holding dalam konsep manajemen modern merupakan hal yang wajar karena dapat menghasilkan suatu kekuatan apalagi perusahaan," katanya. (ton/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads