DPR Janji Respon Kenaikan Subsidi PSO untuk Pabrik Pupuk
Kamis, 03 Feb 2005 14:04 WIB
Jakarta -
Komisi XI DPR RI akan mencoba merespon usulan pabrik pupuk untuk mendapatkan kenaikan subsidi PSO (public services obligation). Pasalnya, subsidi PSO yang dialokasikan sebesar Rp 1,3 triliun belum mencukupi. "Pada prinsipnya ingin membantu petani dan rakyat agar dapat membeli pupuk dengan harga yang terjangkau," kata Komisi XI DPR RI Max Moien usai rapat dengan holding Pabrik Pupuk PT Pusri di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (3/2/2005).Ia menyebutkan, subsidi PSO yang disetujui Panitia Anggaran sebesar Rp 1,3 triliun hanya cukup untuk mensubsidi pupuk urea sebanyak 3,386 juta ton dan pupuk MPK sebanyak 213.289 ton. Pabrik pupuk juga mengharapkan adanya subsidi untuk pupuk jenis SP 36 dan ZA. "Tapi DPR masih menunggu hasil perhitungan mereka tentang kebutuhan subsidi itu," katanya. Rapat hari ini akhirnya diskors karena laporan keuangan dari masing-masing pabrik pupuk yang tergabung dalam pabrik pupuk PT Pusri masih belum diaudit. Adapun laporan keuangan unaudited holding PT Pusri sepanjang tahun 2004 berhasil mencatat laba sebelum pajak sebesar Rp 1,123 triliun dan laba setelah pajak Rp 7,39 miliar. Dengan tingkat Return on Equity (RoE) 10,9 persen dan Return on Investment (RoI) 3,8 persen. Dengan pencapaian itu, maka holding PT Pusri berhasil memperoleh predikat sehat AA dari Meneg BUMN. Rencananya, Rapat Dengar Pendapat akan dilanjutkan setelah selesainya audit laporan keuangan perusahaan yang direncanakan dapat diselesaikan pada 15 Februari.
(qom/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































