Bulan Ini Panen Raya, Harga Beras Bisa Turun ke Rp 8.500/Kg

Bulan Ini Panen Raya, Harga Beras Bisa Turun ke Rp 8.500/Kg

- detikFinance
Senin, 02 Mar 2015 15:40 WIB
Bulan Ini Panen Raya, Harga Beras Bisa Turun ke Rp 8.500/Kg
Jakarta - Para pedagang di Pasar Induk Cipinang (Jakarta Timur) mendapatkan beras hasil operasi pasar (OP) dari Perum Bulog. Harga beras pun mulai 'jinak' dan turun secara bertahap rata-rata Rp 1.000/kg.

Bahkan beberapa pedagang di Pasar Induk Cipinang berani menjual beras OP dengan harga Rp 7.300/kg. Lebih murah dari yang direkomendasikan Bulog yaitu Rp 7.400/kg. Beras OP yang dimaksud adalah beras dengan jenis medium dengan tingkat pecahan (broken) 20% dan kadar air 14%.

"Ada beberapa pedagang beras yang menjual beras OP Bulog Rp 7.300/kg. Seharusnya Rp 7.400/kg," kata Pengurus Koperasi Pasar Induk Cipinang Dahyar Cecep kepada detikFinance, Senin (02/03/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Cecep, dengan menjual harga beras OP Rp 7.300/kg pedagang masih mendapatkan untung cukup besar. Harga tebus beras OP oleh pedagang ke Bulog melalui DO atau Delivery Order adalah Rp 6.800/kg.

"Biaya tebus Rp 6.800/kg. Masuk ke sini ditambah biaya transportasi Rp 7.000/kg, kalau kita jual Rp 7.300/kg saja kita masih ada untungnya Rp 300/kg," paparnya.

Dengan kembali 'diguyur' beras OP Bulog, harga beras di Pasar Induk Cipinang mulai turun. Penurunan harga terjadi untuk semua jenis beras mulai dari beras medium hingga premium yaitu:

  • Beras IR 64 I dari Rp 12.500/kg menjadi Rp 11.500/kg.
  • Beras IR 64 II dari 11.000/kg menjadi Rp 10.000/kg.
  • Beras IR 64 III dari Rp 10.800/kg menjadi Rp 9.800/kg.
"Bukan tidak mungkin pertengahan Maret 2015 saat musim panen raya, harga beras kembali pada posisi normal di kisaran Rp 8.250-8.500/kg," ungkap Cecep.

Saat ini rata-rata per hari Bulog menyalurkan beras OP sebanyak 900-1.000 ton. Dengan jumlah itu, rata-rata para pedagang di Pasar Induk Cipinang mendapatkan jatah 5 ton beras OP. Meski demikian, pasokan beras yang masuk ke Pasar Induk Cipinang dari beberapa sentra produksi masih cukup rendah yaitu 1.500 ton/hari.

(wij/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads