Bahkan beberapa pedagang di Pasar Induk Cipinang berani menjual beras OP dengan harga Rp 7.300/kg. Lebih murah dari yang direkomendasikan Bulog yaitu Rp 7.400/kg. Beras OP yang dimaksud adalah beras dengan jenis medium dengan tingkat pecahan (broken) 20% dan kadar air 14%.
"Ada beberapa pedagang beras yang menjual beras OP Bulog Rp 7.300/kg. Seharusnya Rp 7.400/kg," kata Pengurus Koperasi Pasar Induk Cipinang Dahyar Cecep kepada detikFinance, Senin (02/03/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Biaya tebus Rp 6.800/kg. Masuk ke sini ditambah biaya transportasi Rp 7.000/kg, kalau kita jual Rp 7.300/kg saja kita masih ada untungnya Rp 300/kg," paparnya.
Dengan kembali 'diguyur' beras OP Bulog, harga beras di Pasar Induk Cipinang mulai turun. Penurunan harga terjadi untuk semua jenis beras mulai dari beras medium hingga premium yaitu:
- Beras IR 64 I dari Rp 12.500/kg menjadi Rp 11.500/kg.
- Beras IR 64 II dari 11.000/kg menjadi Rp 10.000/kg.
- Beras IR 64 III dari Rp 10.800/kg menjadi Rp 9.800/kg.
Saat ini rata-rata per hari Bulog menyalurkan beras OP sebanyak 900-1.000 ton. Dengan jumlah itu, rata-rata para pedagang di Pasar Induk Cipinang mendapatkan jatah 5 ton beras OP. Meski demikian, pasokan beras yang masuk ke Pasar Induk Cipinang dari beberapa sentra produksi masih cukup rendah yaitu 1.500 ton/hari.
(wij/hds)











































