Soal Kebijakan Rupiah, Menko Sofyan: Pemerintah Tidak Intervensi BI

Soal Kebijakan Rupiah, Menko Sofyan: Pemerintah Tidak Intervensi BI

- detikFinance
Jumat, 13 Mar 2015 11:24 WIB
Soal Kebijakan Rupiah, Menko Sofyan: Pemerintah Tidak Intervensi BI
Sofyan Djalil, Menko Perekonomian
Jakarta - Dolar Amerika Serikat (AS) sedikit 'menjinak' meski masih berada di level Rp 13.000. Hari ini, dolar AS meninggalkan kisaran Rp 13.200 yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Mengutip data perdagangan Reuters, dolar AS diperdagangkan di Rp 13.185. Posisi dolar AS terkuat adalah Rp 13.193.

Menko Perekonomian Sofyan Djalil mengungkapkan, tidak ada upaya pemerintah untuk membiarkan rupiah dalam posisi melemah untuk menggenjot ekspor. Dia menegaskan pemerintah ingin agar rupiah stabil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak ada intervensi sama sekali. Indonesia tidak punya kepentingan, apalagi pelemahan rupiah seperti ini," tegas Sofyan saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Jumat (13/3/2015).

Menurut Sofyan, pelemahan rupiah bukan karena faktor domestik dan itu tidak 'dirancang' oleh pemerintah. Semua negara mengalami hal yang sama akibat membaiknya ekonomi AS.

Sofyan pun menggarisbawahi bahwa pemerintah tidak mengintervensi kebijakan yang diterapkan Bank Indonesia (BI) untuk menstabilkan nilai tukar rupiah. Pemerintah hanya berkoordinasi agar kebijakan bisa lebih efektif.

"Nggak (intervensi), yang ada adalah koordinasi yang baik antar organ-organ. BI, OJK (Otoritas Jasa Keuangan) melaksanakan tugasnya berdasarkan UU dan tidak boleh diintervensi. Yang kita lakukan adalah koordinasi supaya punya kesepahaman," jelasnya.

Sofyan mengatakan, pemerintah punya tugas bagaimana mengamankan sektor riil, menjaga inflasi, menciptakan pertumbuhan ekonomi, serta menjamin pembangunan infrastruktur berjalan sebagaimana rencana.

"BI itu adalah menjalankan kebijakan moneter dan sepenuhnya otonom. Tidak ada intervensi sama sekali. Jadi kalau kemarin ada rapat, itu diapresiasi karena di banyak negara biasanya koordinasi yang intensif seperti itu tidak apa-apa. Apalagi dalam kondisi seperti hari ini," terangnya.

(drk/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads