Mau Punya Penghasilan Jutaan Rupiah dari Jamur? Ini Caranya

Mau Punya Penghasilan Jutaan Rupiah dari Jamur? Ini Caranya

- detikFinance
Selasa, 17 Mar 2015 15:14 WIB
Mau Punya Penghasilan Jutaan Rupiah dari Jamur? Ini Caranya
Karawang - Berbudidaya jamur tiram bisa menjadi penghasilan tambahan bagi yang menekuninya. Dari budidaya jamur, seorang petani bisa menghasilkan pendapatan jutaan rupiah per hari asalkan mengelola dalam jumlah besar.

Ketua Kelompok Tani Jamur Desa Sukaluyu, Kabupaten Karawang Rahmat Saekhuβ€Ž menjelaskan secara runut tata cara membudidayakan jamur tiram putih.

Pertama, harus disiapkan bahan baku yaitu bubuk kayu, β€Žtepung jagung atau dedak, sekam dan kapur. Bahan baku ini untuk pembuatan media tumbuh atau media tanam (bag log) jamur. Modal untuk membuat 1 bag log hanya Rp 4.000.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bahan-bahan ini kemudian dikukus 12 jam untuk sterilisasi. Jadi jamur yang tumbuh nantinya bebas bakteri dan kuman," kata Rahmat kepada detikFinance di Karawang, Jawa Barat, Selasa (17/3/2015).

Setelah dikukus, bahan-bahan tadi lalu dicampur merata, kemudian dimasukkan ke dalam kantung plastik yang tertutup rapat dengan beberapa pori.

"Kalau sudah dimasukkan begini namanya 'bag log'. Satu bag log ini bisa dipanen habis sampai 4 bulan," jelasnya.

Bag log merupakan wadah plastik berisi campuran bahan sebagai media tanam jamur. Bag log harus ditutup rapat namun dengan sedikit pori sebagai tempat masuknya air. Bagian ujung bag log, harus ditutup dengan pipa plastik sejanis corong yang nantinya akan berfungsi sebagai tempat tumbuhnya jamur.

Bag log yang berisi bahan-bahan tadi didiamkan dulu selama 1-1,5 bulan sampai seluruh campuran di dalam baglog yang semula berwarna kecoklatan khas warna bubuk kayu berubah menjadi putih seluruhnya.

"Kalau sudah putih semua, berarti dia siap menghasilkan jamur," katanya.

Agar seluruh bahan baku di dalam bag log memutih sempurna, sebaiknya penempatan bag log pada posisi berdiri, yaitu bagian corong berada di atas.

Setelah siap, bag log kemudian di simpan dalam satu tempat atau ruangan yang disebut kubung. Kubung ini bisa berupa bangunan permanen atau cuku bilik bambu dengan lantai pasir yang selalu basah untuk menjaga kelembaban ruangan.

"Ini bisa bangunan permanen atau bilik seperti ini. Disesuaikan saja dengan dana yang dimiliki. Yang penting kuncinya adalah selalu lembab," katanya.

Bag log yang disimpan dalam ruang lembab tadi dengan sendirinya akan mengeluarkan jamur yang bisa dipanen setiap 3 hari sekali.

"Panennya cukup ditarik dari corong. Tapi harus bersih, kalau ada akar yang tertinggal ketika mencabut, itu harus dibersihkan. Karena kalau tidak, dia akan membusuk dan tidak bisa digunakan lagi. Jamur nggak akan tumbuh lagi kalau busuk," katanya.

Berbisnis jamur tiram putih bisa menjadi pilihan usaha yang menarik. Saat ini pasar jamur di Tanah Air sudah tergolong besar dengan harga jual mentah seharga Rp 12.000/kg. Bila setiap hari ada 1.000 bag log yang bisa dipanen, maka uang Rp 12 juta sudah di tangan.

"Karena gaya hidup sudah mulai bergeser. Banyak vegetarian-vegetarian yang tidak makan daging. Jamur ini bisa dijadikan pengganti karena rasa dan teksturnya mirip dengan daging. Kalau mau dibudidayakan untuk konsumsi sendiri juga bisa. Kan bisa hemat nggak perlu beli daging," candanya.

(dna/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads