Warga Bekasi Ini Kompak Ubah Halaman Jadi Lahan Pertanian

Warga Bekasi Ini Kompak Ubah Halaman Jadi Lahan Pertanian

- detikFinance
Sabtu, 21 Mar 2015 18:15 WIB
Warga Bekasi Ini Kompak Ubah Halaman Jadi Lahan Pertanian
Jakarta - Pada pagelaran Agrinex Expo 2015 dipamerkan produk-produk pertanian dan proses pengolahannya. Puluhan stand atau booth menampilkan keunikan tersendiri, salah satunya stand milik warga Bekasi Selatan, Jawa Barat.

Warga Kelurahan Pekayon Jaya, Bekasi Selatan, menampilkan pengelolaan lingkungan secara asri juga memiliki nilai ekonomi. Mayoritas warga serempak menanam sayur-mayur di halaman rumah.

Selain mampu dipanen untuk keperluan sendiri, sayur-mayur ini pun bisa dijual. Pemanfaatan lingkungan ini telah dirintis sejak tahun 2003 oleh warga setempat bernama Lala Gozali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Total 4 RW yang terdiri dari sekitar 160 kepala keluarga saat ini terlibat aktif di dalam memanfaatkan halaman rumah dan sekitar sebagai area tanaman sayur mayur, buah-buahan hingga tanaman hias.

"Tiap rumah ada tanaman sayuran dan buah-buahan. Kebanyakan sayuran," kata warga Pondok Pekayon Indah bernama Kustini kepada detikFinance di Pameran Agrinex Expo 2015 di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu (21/3/2015).

Di 4 RW tersebut, terdapat pula pusat pengolahan pupuk yang bisa dipakai untuk bercocok tanam warga. Untuk media tanam, warga mayoritas memanfaatkan polybag.

Berkat program ini, warga RW 8 sampai RW 11 kerap dikunjungi oleh warga dari kota lain untuk melakukan studi banding.

"Kita dijadikan percontohan. Banyak datang ke situ. Misal dari Bandung studi banding ke sini," jelasnya.

Dengan suasana asri, warga Pondok Pekayon Indah Bekasi Selatan merasa nyaman di dalam beraktivitas. Susana asri tersebut berpengaruh terhadap tingkat keamanan dan kondisi lingkungan.

"Di sana angka kriminal rendah dan lingkungannya asri," ujarnya.

Selain memanfaatkan halaman dan lingkungan sebagai area bertanam, warga juga terlibat aktif di dalam membuat kerajinan tangan. Aktivitas ini dilakukan oleh ibu-ibu.

"Ibu-ibu menjadi produktif dan mengurangi ngerumpi. Mereka memanfaatkan kain perca," tuturnya.

(feb/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads