Ridho Ficardo, Gubernur Provinsi Lampung, mengemukakan hal tersebut di acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Provinsi (Musrenbangprov) Lampung 2015. Menurut Ridho, Lampung masih mengalami defisit pasokan listrik sampai 206 Mega Watt (MW).
Untuk memenuhi pasokan, kebutuhan listrik Lampung disokong oleh pembangkit dari Provinsi Sumatera Selatan. Akibatnya Lampung belum memiliki kemandirian energi sehingga rentan byar-pet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya listrik, Ridho pun menyebutkan infrastruktur jalan di Lampung masih butuh perhatian. Pemprov Lampung memang mengalokasikan dana besar untuk perawatan jalan, tetapi lalu lintas yang padat serta kendaraan-kendaraan besar yang melintas membuat jalan tidak bisa bertahan lama.
Alhasil, Ridho mengajak seluruh Wali Kota dan Bupati di Lampung mendukung percepatan pembangunan jalan Tol Trans Sumatera. Dengan adanya Tol Trans Sumatera, beban jalan dari kendaraan besar bisa dialihkan ke jalan tol.
"Ini dibangun, beban untuk perbaiki jalan di provinsi dan kabupaten menjadi tingan. Lintasan jarak jauh (se-Sumatera) bisa lewat tol. Nggak lewat jalan kita, sehingga APBD nggak tersandera untuk bangun infrastruktur. Sebab belum 1 tahun, sudah rusak lagi," jelasnya.
Sementara itu, seorang warga Lampung bernama Kosasih mengakui listrik memang menjadi masalah pelik. Bahkan karena sering byar-pet, akhirnya banyak warga yang terpaksa membeli genset. Padahal harganya tidak murah.
"Kalau di sini pemadaman sering. Biasanya 1-2 kali seminggu pasti ada. Maka setiap rumah harus ada genset," kata Kosasih kepada detikFinance.
(feb/hds)











































