Setiap tahun pemerintah menganggarkan triliunan rupiah untuk memperbaiki jalur Pantai Utara Jawa (Pantura), khususnya ketika mendekati musim mudik lebaran. Namun, dengan APBN yang baru cair sementara lebaran semakin dekat, perbaikan Pantura bisa telat selesainya.
Hal tersebut seperti diungkapkan Pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagio, pada acara Diskusi Infrastruktur 'Membongkar Sumbatan Perekonomian Indonesia, di Mal FX, Jakarta, Sabtu (25/4/2015).
"Lebaran trennya makin tahun makin dekat ke awal tahun, ini sangat mengkhawatirkan terutama pencairan dana untuk perbaikan jalan di Pantura yang jumlahnya cukup besar," ujar Agus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Baru 3%," kata Basuki yang juga hadir di acara tersebut.
Menurut Agus, dengan lebaran atau arus mudik yang sebentar lagi, apabila perbaikan Pantura tidak maksimal, maka akan sangat menyusahkan masyarakat ketika mudik lebaran nanti.
"Kalau nggak selesai, atau perbaikannya tidak maksimal, kasihan masyarakat nantinya," ucapnya.
Kondisi ini, kata Agus, harus diantisipasi dengan perubahan kebijakan pengelolaan anggaran. Khusus untuk perbaikan Pantura, ada baiknya kebijakannya menggunakan proyek multiyears atau tahun jamak.
"Anggaran perbaikan Pantura bisa ditetapkan multiyears selama 5 tahun, sehingga tahun mendatang ketika lebaran makin mendekati awal tahun, anggaran perbaikan sudah ada, tidak menunggu APBN cair dulu," tutup Agus. (rrd/dnl)











































