Anwar Nasution: Penggabungan BPK-BPKP Masuk Akal

Anwar Nasution: Penggabungan BPK-BPKP Masuk Akal

- detikFinance
Senin, 14 Feb 2005 14:47 WIB
Jakarta - Penggabungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dianggap sebagai usulan yang masuk akal. Diyakini penggabungan ini dapat meningkatkan efisiensi keuangan negara."Masuk akal kalau BPKP digabung dengan BPK. Sesuai dengan UU BPK harus ada di setiap propinsi. Itu mulai tahun depan. Bagaimana membuat kantor baru kalau dananya belum ada," kata Ketua BPK Anwar Nasution usai pertemuan dengan Irjen dan BPKP di kantor BPK, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (14/2/2005).Dari segi SDM dan jumlah kantor, menurut Anwar, BPKP lebih memiliki banyak SDM dan kantor. "BPKP kantornya hampir di semua propinsi. Itu tiga kali lebih banyak dari BPK dan SDM-nya pun lebih baik contohnya pak Arie Soelendro dia kan doktor akuntansi dan masih banyak yang lain" ujarnya.Menurut Anwar sejauh penglihatannya sebenarnya tidak akan muncul permasalahan teknis yang bisa menghambat penggabungan BPK dan BPKP ini.Sementara itu menanggapi penunjukan Ditjen Pajak sebagai penilai aset-aset eks BPPN, Anwar menyatakan,"Itu urusan pemerintah tetapi menurut saya sesuai UU dilakukan oleh auditor atau pengawas independen bukan oleh Ditjen Pajak karena Ditjen Pajak merupakan bagian pemerintah". (san/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads