Dinilai Janggal, DPR Minta Susut Listrik PLN Diaudit

Dinilai Janggal, DPR Minta Susut Listrik PLN Diaudit

- detikFinance
Senin, 14 Feb 2005 16:06 WIB
Jakarta - DPR merekomendasikan audit atas terjadinya susut listrik PLN karena ada beberapa perhitungan yang dianggap janggal. DPR mensinyalir ada manipulasi perhitungan yakni bilangan penyebut diubah dari netto menjadi bruto sehingga penyusutan menjadi kecil."Jadi apa fungsinya kalau mengubah," kata Ketua Komisi VII Agusman Effendi usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PLN di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (14/2/2005).Menurut sejumlah anggota DPR, pada tahun 1996-2004, PLN selalu ada efisiensi dimana tahun 2004 efisiensinya mencapai Rp 3 triliun lebih. "Kita belum tahu apakah efisiensi karena pengurangan susut. Kalau susutnya berkurang tarif tidak perlu naik. Susut itu bisa teknis maupun nonteknis. Teknis karena peralatan yang sudah tua, nonteknis bisa karena pencurian," kata anggota Komisi VII DPR Ramson Siagian.Sementara Dirut PLN Eddie Widiono mengatakan tahun 2004 susut listrik mencapai 11,27 persen dimana pada tahun sebelumnya berkisar 15,68 persen. Adapun target tahun ini 9,8 persen. "Kalau pendapatan kita Rp 60 triliun berarti bisa dihemat Rp 1 triliun, itu cukup signifikan," ujarnya.Eddie menyebutkan langkah untuk menekan penyusutan adalah dengan perbaikan, pengukuran dengan cara melakukan penelitian meteran lebih intensif dengan bar code. Dalam kesempatan itu Eddie Widiono juga menjanjikan akan berusaha menekan angka susut listrik ini ke arah yang wajar yakni dari 3 persen ke 1 persen. Selain itu, pihak PLN juga mengaku siap jika sewaktu-waktu dilakukan audit atau pemeriksaan. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads