Menteri Transportasi Belanda, Schultz Van Haagen menolak bertemu formal di depan publik dengan Menteri Perhubungan Indonesia Ignasius Jonan pada rangkaian acara Infrastruktur Forum di Den Haag, Belanda. Alasannya, karena protes hukuman mati yang dilakukan pemerintah Indonsia kepada terpidana narkoba.
Meski menolak bertemu di depan publik, Pemerintah Belanda selanjutnya menawari Menhub Jonan untuk bertemu secara informal. Ajakan ini ditolak oleh Jonan.
"Pihak Belanda menolak bertemu resmi di depan publik, tapi minta agar pertemuan bilateral Menhub Jonan dengan Menteri Transportasi bisa tetap berlangsung. Tapi Menhub Jonan tetap menolak, karena menilai sikap pemerintah Belanda tidak layak," kata Staf Khusus Menteri Perhubungan Hadi M. Djuraid yang ikut mendampingi kunjungan ke Belanda kepada detikFinance, Sabtu (2/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Baik Menhub maupun Pengusaha Belanda berharap dunia usaha tidak terpengaruh sikap Pemerintah Belanda," ujarnya.
Aksi Jonan, ujar Hadi, memperoleh apresiasi dari Parlemen Indonesia yang sedang berkunjung ke Belanda.
"Anggota Komisi V DPR Yasti Soepredijo mendukung sikap Jonan. Yang hari ini transit di Belanda dalam lawatannya ke Montreal. Dia sempat bertemu Jonan di Belanda," sebutnya.
(feb/dnl)











































