Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (P2HP) Kementan Yusni Emilia Harahap mengatakan rendahnya tingkat serapan beras petani oleh Bulog karena kurang gesitnya Bulog dibanding para tengkulak dalam menyerap beras petani.
“Kurang cepet sih yah (dibanding tengkulak),” kata Yusni di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Kamis (7/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Bulog sudah melakukan strategi khusus kok, masalahnya nanti kalau terbentur kalau pakai HPP tinggi,” terangnya.
Menurutnya untuk mengatasi persoalan HPP, Bulog seharusnya memperluas jaringan kemitraan dengan petani dari jauh-jauh hari.
“Harus perluas kemitraan itu tugas Bulog. Kalau kami di Kementrian Pertanian tugasnya melakukan revitalisasi seperti RMU (rice milling unit). Kita pastikan dengan perbaikan RMU ini bisa menekan losses dan meningkatkan rendemen paling tidak 5%,” jelasnya.
Tahun ini Kementan menganggarkan Rp 600 miliar untuk perbaikan lebih dari 1.400 mesin penggilingan padi di beberapa daerah sentra padi.
“Kita juga harapkan RMU ini bisa terintegrasi dengan mesin pengeringan dalam satu lokasi,” kata Emilia.
(hen/hen)











































