Baru Serap 25% Beras Petani, Bulog Dianggap Lelet

Baru Serap 25% Beras Petani, Bulog Dianggap Lelet

- detikFinance
Kamis, 07 Mei 2015 17:45 WIB
Baru Serap 25% Beras Petani, Bulog Dianggap Lelet
Jakarta - Pengadaan beras oleh Perum Bulog dari petani hingga Mei 2015 masih rendah sekitar 25% dari target. Penyerapan yang rendah ini dianggap lelet oleh pihak Kementerian Pertanian (Kementan).

Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (P2HP) Kementan Yusni Emilia Harahap mengatakan rendahnya tingkat serapan beras petani oleh Bulog karena kurang gesitnya Bulog dibanding para tengkulak dalam menyerap beras petani.

“Kurang cepet sih yah (dibanding tengkulak),” kata Yusni di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Kamis (7/5/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yusni mengatakan ada juga faktor Harga Pembelian Pemerintah (HPP) beras yang tak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Di sisi lain Bulog terbentur bila membeli beras di atas HPP.

“Bulog sudah melakukan strategi khusus kok, masalahnya nanti kalau terbentur kalau pakai HPP tinggi,” terangnya.

Menurutnya untuk mengatasi persoalan HPP, Bulog seharusnya memperluas jaringan kemitraan dengan petani dari jauh-jauh hari.

“Harus perluas kemitraan itu tugas Bulog. Kalau kami di Kementrian Pertanian tugasnya melakukan revitalisasi seperti RMU (rice milling unit). Kita pastikan dengan perbaikan RMU ini bisa menekan losses dan meningkatkan rendemen paling tidak 5%,” jelasnya.

Tahun ini Kementan menganggarkan Rp 600 miliar untuk perbaikan lebih dari 1.400 mesin penggilingan padi di beberapa daerah sentra padi.

“Kita juga harapkan RMU ini bisa terintegrasi dengan mesin pengeringan dalam satu lokasi,” kata Emilia.

(hen/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads