Ekonomi RI Melambat, Ekonom: Negara Lain Juga Sama

Ekonomi RI Melambat, Ekonom: Negara Lain Juga Sama

- detikFinance
Jumat, 08 Mei 2015 11:25 WIB
Jakarta - Isu perlambatan ekonomi Indonesia di kuartal I-2015 yang hanya 4,7% terus menjadi perbincangan. ‎Perlambatan ini dinilai wajar di tengah perlambatan ekonomi dunia.

Kepala Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistitianingsih‎ mengatakan, perlambatan ekonomi tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga negara lain di dunia. Dunia memang tengah mengalami perlambatan ekonomi seiring perbaikan ekonomi di Amerika Serikat (AS).

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun ini yang diperkirakan akan berada di level 5-5,2% dinilai masih lebih baik dibandingkan tahun lalu yang hanya 5,01%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"‎Negara lain juga mengalami perlambatan ekonomi," kata dia dalam diskusi ekonomi Kajian Stabilitas Sistem Keuangan di Gedung Bank Indonesia (BI), Jakarta, Jumat (8/5/2015).

Lana menjelaskan, tidak bisa dipungkiri kondisi ekonomi global akan sangat mempengaruhi perekonomian dalam negeri. Dalam 6 bulan ke depan, perekonomian China masih akan melambat. Ini akan sangat berpengaruh terhadap ekspor Indonesia karena China merupakan pasar ekspor komoditas terbesar Indonesia.

"Ekonomi China dalam 6 bulan ke depan masih akan kontraksi, zona Eropa juga belum mengalami perbaikan," kata dia.

Di samping itu, Lana melanjutkan, perekonomian AS juga masih di bawah ekspektasi sehingga bank sentral AS The Federal Reserve masih belum bisa memberikan kepastian kapan akan menaikkan tingkat suku bunganya. Ini membuat fluktuasi di pasar.

"Jadi Fed menunda Fed Fund rate, yang sangat dikhawatirkan di emerging market yang membuat ketidakstabilan di pasar keuangan," terang dia.

Menurut Lana, melihat berbagai indikator pertumbuhan ekonomi AS, sepertinya, negara adidaya tersebut belum akan menaikkan tingkat suku bunganya dalam waktu dekat.

"Bisa saja Fed Fund rate menunda di 2016‎, kenaikannya 35-50 bps, ada potensi pelemahan dari dalam negeri jika terjadi kenaikan the fed, karena memang sangat berpengaruh, hanya karena pidato fed Fund rate padahal belum jelas kapan, pasar bereaksi," jelas dia.‎

Lana menambahkan, faktor eksternal memang jadi pendorong utama melambatnya ekonomi Indonesia. Ini harus diwaspadai.

"Masuknya dana asing 2014 bisa saja keluar, 2014 kepemilikan asing tertinggi, banyak dari faktor eksternal karena isu Fed Fund rate. Dari sisi domestik, melambatnya ekonomi jadi risiko ke depan‎," pungkasnya.

(drk/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads