Jokowi Bertemu dengan Para Insinyur, Ini yang Dibahas

Jokowi Bertemu dengan Para Insinyur, Ini yang Dibahas

Maikel Jefriando - detikFinance
Selasa, 19 Mei 2015 17:52 WIB
Jokowi Bertemu dengan Para Insinyur, Ini yang Dibahas
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sore ini bertemu dengan para insinyur yang tergabung dalam Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Jokowi meminta keterlibatan insinyur untuk mendorong pembangunan di dalam negeri.

Pertemuan berlangsung sekitar 1,5 jam dari pukul 15.00 WIB. Ada setidaknya 20 perwakilan yang hadir. Turut hadir di antaranyaβ€Ž Menko Maritim Indroyono Soesilo, Menteri Perhubungan Ignatius Jonan, dan Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi M. Nasir.

Ketua Umum PII Bobbi Gafur Umar menuturkan, bahwa Presiden Jokowi melihat insinyur secara jumlah dan kapasitas masih sangat kurang. Sehingga harus ditingkatkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di beberapa sektor masih ada kekurangan. Presiden sudah punya hitungan. Karena kita dibutuhkan untuk menjadi mitra diskusi pemerintah agar program pemerintah berjalan baik," ungkapnya usai pertemuan di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (19/5/2015)

Program pembangunan pemerintah, kata Bobby berjumlah Rp 519 triliun. Jokowi mengharapkan, agar kesempatan tersebut dapat dimaksimalkan oleh insinyur dalam negeri.

"Presiden menyatakan akan terus tingkatkan produk dalam negeri, termasuk untuk tenaga kerjanya. Kita bisa mencontoh China yang manfaatkan pertumbuhan ekonomi dengan mendorong dari dalam negeri," ujarnya.

Apalagi dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN pada akhir 2015. Di mana tenaga kerja tertentu juga akan bebasβ€Ž untuk menikmati lapangan kerja di negara anggota.

"Pak Jokowi bertanya, apakah kita siap? Kalau kita tidak siapβ€Ž, maka harus kita siapkan. Mulai dari industri dan sumber daya manusia sebagai teknisi dan sarjana insinyur perlu dilakukan," terang Bobby.

β€ŽIa menuturkan, total sarjana teknis sekarang ada 700 ribu orang. Namun banyak yang bekerja di luar bidangnya, karena keterbatasan lapangan pekerjaan.

"Kita identifikasi banyak insinyur yang tidak bekerja di bidangnya. Kalaupun itu ditarik kembali, perlu tambahanβ€Ž insinyur sekitar 120 ribu orang ke depannya," tukasnya.

(mkl/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads