Presiden Joko Widodo (Jokowi) sore ini bertemu dengan para insinyur yang tergabung dalam Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Jokowi meminta keterlibatan insinyur untuk mendorong pembangunan di dalam negeri.
Pertemuan berlangsung sekitar 1,5 jam dari pukul 15.00 WIB. Ada setidaknya 20 perwakilan yang hadir. Turut hadir di antaranyaβ Menko Maritim Indroyono Soesilo, Menteri Perhubungan Ignatius Jonan, dan Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi M. Nasir.
Ketua Umum PII Bobbi Gafur Umar menuturkan, bahwa Presiden Jokowi melihat insinyur secara jumlah dan kapasitas masih sangat kurang. Sehingga harus ditingkatkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Program pembangunan pemerintah, kata Bobby berjumlah Rp 519 triliun. Jokowi mengharapkan, agar kesempatan tersebut dapat dimaksimalkan oleh insinyur dalam negeri.
"Presiden menyatakan akan terus tingkatkan produk dalam negeri, termasuk untuk tenaga kerjanya. Kita bisa mencontoh China yang manfaatkan pertumbuhan ekonomi dengan mendorong dari dalam negeri," ujarnya.
Apalagi dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN pada akhir 2015. Di mana tenaga kerja tertentu juga akan bebasβ untuk menikmati lapangan kerja di negara anggota.
"Pak Jokowi bertanya, apakah kita siap? Kalau kita tidak siapβ, maka harus kita siapkan. Mulai dari industri dan sumber daya manusia sebagai teknisi dan sarjana insinyur perlu dilakukan," terang Bobby.
βIa menuturkan, total sarjana teknis sekarang ada 700 ribu orang. Namun banyak yang bekerja di luar bidangnya, karena keterbatasan lapangan pekerjaan.
"Kita identifikasi banyak insinyur yang tidak bekerja di bidangnya. Kalaupun itu ditarik kembali, perlu tambahanβ insinyur sekitar 120 ribu orang ke depannya," tukasnya.
(mkl/rrd)











































