Hal itu disampaikan Duta Besar RI untuk Kerajaan Spanyol Yuli Mumpuni Widarso pada seminar Indonesia, Destino Propicio para la Inversion Financiera (Indonesia sebagai Negara Tujuan Investasi Keuangan) di Madrid (18/5/2015).
"Ini penting agar para pemangku kepentingan di Spanyol tidak ragu-ragu untuk melakukan bisnis di Indonesia, karena OJK mengatur dan mengontrol lembaga keuangan di Indonesia," ujar Dubes.
Dalam pengantarnya, Dubes menyampaikan bahwa sektor keuangan Indonesia stabil dan perekonomian nasional terus tumbuh sekitar 5,5%.
"Kelahiran lembaga OJK yang memegang regulasi, pengawasan ketat dan transparan di sektor jasa keuangan dimaksudkan untuk meningkatkan kepercayaan terhadap lembaga keuangan di Indonesia," imbuh Dubes.
Menurut Dubes, iklim investasi di Indonesia yang sangat kondusif, didukung oleh stabilitas politik, kekuatan pasar domestik, dan pasar terbuka yang terintegrasi dengan pasar global, perlu didukung oleh infrastruktur yang kuat di sektor jasa keuangan.
"Oleh karena itu, untuk memastikan terus menguatnya infrastruktur jasa keuangan di Indonesia, maka pemerintah Indonesia membentuk OJK," terang Dubes.
Di hadapan kalangan perbankan, lembaga keuangan, pengusaha dan investor, Dubes memaparkan data-data statistik Indonesia-Spanyol sepanjang 2014 yang menunjukkan bahwa kegiatan sektor jasa keuangan di antara kedua negara cukup besar dan prospektif.
Volume perdagangan Indonesia-Spanyol mencapai USD 2,4 miliar USD, investasi Spanyol ke Indonesia sebesar USD 330 juta USD serta kegiatan-kegiatan bisnis lainnya, termasuk turisme, di mana sekitar 100 ribu wisatawan Spanyol ke Indonesia dan lebih dari 50 ribu wisatawan Indonesia ke Spanyol.
Seminar mengenai OJK untuk mempromosikan potensi bisnis di Indonesia, khususnya sektor keuangan baik bank maupun non-bank, ini merupakan hasil kerjasama KBRI Madrid dengan Banco Bilbao Vizcaya Argentaria (BBVA) dan OJK dengan narasumber Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Darmansyah Hadad, Ph.D.
"Informasi mengenai OJK kepada para mitra potensial di Spanyol ini penting disampaikan, mengingat kegiatan bisnis mereka di Indonesia menggunakan lembaga keuangan yang beroperasi di Indonesia," pungkas Dubes.
Hadir sekitar 50 peserta dari kalangan perbankan, pengusaha dan investor, lembaga keuangan Spanyol, pejabat Kemenkeu Spanyol, Kemenlu Spanyol, Banco de Espana, Komisi Pengawas Pasar Modal Spanyol dan Organisasi Internasional Komisi-Komisi Pengawasan Pasar Saham, yang bermarkas besar di Madrid.
(Eddi Santosa/Eddi Santosa)










































