'Tolong Jangan Sentuh Sawah Kami'

'Tolong Jangan Sentuh Sawah Kami'

Zulfi Suhendra - detikFinance
Senin, 25 Mei 2015 11:36 WIB
Tolong Jangan Sentuh Sawah Kami
Jakarta - Pemerintah meminta kepada investor yang membangun proyek infrastruktur di mana pun, tidak menggunakan area sawah sebagai lahan proyeknya. Karena alih fungsi lahan persawahan saat ini sangat tinggi.

Direktur Perluasan dan Penglolaan Lahan Kementerian Pertanian‎, Tunggul Iman Panuju mengatakan, lahan persawahan menjadi salah satu komoditi unggulan yang ada. Dia berharap pengusaha yang menanamkan modal di berbaga daerah khususnya di Papua Barat khususnya diharapkan tidak menggerus lahan persawahan.

"Tolong jangan sentuh sawah kami. Indikasi ke sana jelas, seluruh pembangunan infrastruktur wilayah Timur sudah merambah ke sawah. Kita ini adalah bangsa kejo, bangsa sego, bangsa nasi. Begitu kita bermain dengan sawah, tumbuhlah kehancuran kita. Tolong jaga sawah kita," tegas Tunggul di acara Trade and Investment Kadin Indonesia Timur di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (25/5/2015).

Hal tersebut ditegaskan Tunggul di depan puluhan pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri Indonesia, asosiasi pengusaha, duta besar, dan para pemangku kepentingan lainnya.

Tunggul menuturkan, peluang investasi di Indonesia Timur adalah di sektor perkebunan. Di Papua, banyak perkebunan pala yang belum dikembangkan, padahal potensinya besar. Begitu juga dengan perkebunan coklat di Pulau Sulawesi.

Perkebunan coklat di Sulawesi, lanjut Tunggul, hanya berkembang sebatas produksi saja, belum pada pengolahan. Padahal, jika Indonesia mampu mengolah komoditas coklat, maka banyak nilai tambah yang akan didapat.

‎"Sulawesi sudah dibangun lebih dari 10 ribu (hektar) coklat. Kita baru pada level produksi, belum pada level pengolahan. Merujuk pada Singapura, itu kecil, tapi dia sudah bisa mengolah, coklatnya dari Indonesia. Bisakah kadinda (Kadin Daerah) mengambil inisiatif positif dalam mengelola hasil, baik untuk coklat ataupun pala," tuturnya.

Tunggul melanjutkan, peluang investasi lainnya juga di bidang perkebunan sorgum untuk pakan ternak hingga bahan bakar nabati, yang banyak ditemui di provinsi Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Papua Barat. Namun lagi-lagi menurutnya potensi tersebut belum banyak dikembangkan.

"Lalu yang diperlukan adalah alat transportasi ternak. Kami pernah menangkap basah. Betapa ternak sapi diperlakukan tak ada perikehewanan, dilempar, digiring, naikkan lagi. Bisakah bapak membangun pelabuhan khusus untuk ternak," pintanya.

(Zulfi Suhendra/Rista Rama Dhany)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads