Hal ini disampaikan oleh Jokowi saat membuka rapat terbatas di Istana Negara, Senin (25/5/2015).
Rapat ini membahas sejumlah hal, seperti nelayan, pertanian, pariwisata, UMKM, infrastruktur, dan energi yang menjadi fokus pemerintah di tahun depan. Hadir dalam Ratas ini antara lain, Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, Kepala Kantor Staf Kepresidenan Luhut Panjaitan, Menteri PPN/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago, Wakil Menkeu Mardiasmo, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Koperasi/UKM AAGM Puspayoga, dan Menteri BUMN Rini Soemarno.
"Para menteri dan seluruh pemimpin lembaga negara harus action dengan berbagai masalah yang ada di bawah tanggung jawabnya, dan harus bisa membuat terobosan tanpa melanggar aturan. Jadi terobosannya dilakukan, tapi harus tanpa melanggar aturan agar pembangunan bisa lebih cepat, bisa lebih dirasakan manfaatnya oleh rakyat," papar Jokowi.
Dalam kesempatan itu, Jokowi menyinggung soal nelayan. Pemerintah, ujar Jokowi, harus memberdayakan nelayan dan berpihak kepada kelompok masyarakat yang marginal tersebut. Di bidang pertanian, Jokowi meminta agar panen para petani diamankan, dari sisi harga dan juga pasokannya.
"Di pariwisata, kembangkan pariwisata, terutama di sisi Indonesia bagian timur, dan untuk UMKM kembangkan jiwa kewirausahaan dan mental pencari kerja kepada mental pencipta kerja, pencipta lapangan pekerjaan," papar Jokowi.
Untuk bidang infrastruktur, Jokowi menyinggung soal pengamanan jalur mudik, arus barang, serta energi terkait pasokan BBM. "Agar rakyat bisa berlebaran dengan tenang," ungkap Jokowi.
"Dan yang kedua, sekali lagi tadi sudah saya sampaikan, bahwa bidang-bidang yang berkaitan dengan pertanian, pariwisata, UMKM, infrastruktur, energi, dan nelayan ini menjadi fokus program pada 2016," kata Jokowi.
(Wahyu Daniel/Suhendra)











































