Sementara untuk penerbangan internasional, justru turun 1,23% dari 1,14 juta orang menjadi 1,12 juta orang.
Kepala BPS Suryamin menyatakan kondisi ini diduga sebagai akibat pelemahan nilai tukar rupiah (NTR) terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada periode tersebut dolar AS menembus Rp 13.000.
"Dugaan kami karena rupiah melemah maka banyak yang tadinya akan berlibur ke luar negeri beralih ke domestik," ujarnya di kantor pusat BPS, Jakarta, Senin (1/6/2015.
Dengan rupiah yang melemah, kata Suryamin, harga tiket dan kebutuhan belanja masyarakat di luar negeri pasti lebih tinggi. Sehingga banyak yang lebih memilih berlibur di domestik.
"Daripada uangnya habis, kan mending di domestik saja," sebut Suryamin.
Sementara itu untuk kapal penumpang, jumlah penumpangnya naik 23,7% dari 1,02 juta orang menjadi 1,26 juta orang. Kapal barang turun 1,32% dari 18,14 juta ton menjadi 17,90 juta ton.
Untuk kereta api penumpang juga mengalami penurunan penumpang sebesar 2,57% dari 27,27 juta orang menjadi 26,57 juta orang. Kereta api barang turun 7,30% dari 2,52 juta ton menjadi 2,34 juta ton.
"Meski ada penurunan untuk kereta api, tapi sebenarnya itu juga masih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kami perkirakan ini karena double track," tukasnya.
(Maikel Jefriando/Angga Aliya)











































