"Stok barang kebutuhan pokok di seluruh provinsi cukup untuk kebetuhan puasa dan lebaran 2015, di mana stok atau pasokan dalam posisi memenuhi kebutuhan 1 sampai dengan 5 bulan ke depan," tutur Gobel saat jumpa pers 'Kesiapan Puasa Lebaran' di kantor Kemenkominfo, Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (19/6/2015).
Gobel mengatakan, para pengusaha ritel juga sudah menambah pasokan pangan olahan 30% sampai 50% dari kondisi normal. Juga memperbaiki sistem pengangkutan barang dengan melakukan pengiriman barang pada malam hari, khususnya di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang cenderung naik akibat permintaan yang meningkat pada awal bulan puasa. Untuk cabai, Kementan serta asosiasi petani dan pedagang memastikan dalam waktu dekat akan ada pasokan hasil panen di daerah Banyuwangi, Blitar, Jember, Kulonprogro, Magelang, dan Lampung," paparnya.
Harga komoditas yang stabil dengan kenaikan di kisaran 0,8%-2%, lanjut Gobel, adalah gula pasir 0,08%, tepung terigu 0,79%, kedelai lokal 0,74%, serta telur ayam ras 2%.
"Sedangkan yang turun adalah minyak goreng curah 0,18%, kedelai impor 0,54%, cabai rawit merah 2,77% dan bawang merah 3,97%," jelasnya.
"Khusus untuk bawaβng merah harga saat ini telah jauh mengalami penurunan dibanding harga pada minggu 1 Juni 2015 yang mencapai Rp 37.000/kg. Ini disebabkan telah terjadi panen di Brebes, Cirebon, Nganjuk, dan Bima," tutupnya.
(zul/dnl)










































