Pasokan 'Ikan Ular' Sidat Berkurang, Jepang Impor dari RI

Pasokan 'Ikan Ular' Sidat Berkurang, Jepang Impor dari RI

Wiji Nurhayat - detikFinance
Jumat, 26 Jun 2015 13:45 WIB
Pasokan Ikan Ular Sidat Berkurang, Jepang Impor dari RI
Jakarta - Pasar di Jepang kini membutuhkan pasokan ikan sidat dari berbagai negara termasuk Indonesia. Ikan sidat di Jepang digunakan untuk Unagi atau daging sidat panggang yang banyak digemari masyarakat Jepang.

Dampak tingkat penangkapan yang cukup tinggi, ikan sidat yang ada di Jepang atau jenis Anguilla Japonica terancam punah. Sehingga setiap tahun, 75% kebutuhan ikan sidat Jepang yaitu 120.000 ton harus diimpor dari berbagai negara termasuk Indonesia.

"Anguilla Japonica karena stok berkurang karena kelebihan tangkap mereka beralih ke Indonesia," ungkap Instruktur Balai Diklat Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Banyuwangi, Dian Tugu kepada detikFinance, Jumat (26/6/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari Banyuwangi saja setiap tahun mengekspor 600 ton ikan sidat termasuk ke Jepang. Hal itu dilakukan oleh provinsi-provinsi lain seperti Kalimantan dan Pelabuhan Ratu. Jawa Barat hingga Sulawesi. Bahkan Jepang sudah membangun budidaya ikan sidat di Banyuwangi, Jawa Timur sejak 2012.

"Namanya Hirohasidat investor dari Jepang langsung di Banyuwangi sejak 2012. Mereka itu melakukan budidaya sampai ke olahan Unagi siap ekspor," tambahnya.

Hanya saja ada satu masalah dalam budidaya ikan sidat. Benih ikan sidat belum dapat diternakan oleh petani sidat dan masih mengambil dari alam.

"Masih belum bisa dilakukan sehingga benihnya itu masih dari alam. Belum bisa dikembangbiakan oleh petani," katanya.

(wij/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads