Dampak tingkat penangkapan yang cukup tinggi, ikan sidat yang ada di Jepang atau jenis Anguilla Japonica terancam punah. Sehingga setiap tahun, 75% kebutuhan ikan sidat Jepang yaitu 120.000 ton harus diimpor dari berbagai negara termasuk Indonesia.
"Anguilla Japonica karena stok berkurang karena kelebihan tangkap mereka beralih ke Indonesia," ungkap Instruktur Balai Diklat Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Banyuwangi, Dian Tugu kepada detikFinance, Jumat (26/6/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namanya Hirohasidat investor dari Jepang langsung di Banyuwangi sejak 2012. Mereka itu melakukan budidaya sampai ke olahan Unagi siap ekspor," tambahnya.
Hanya saja ada satu masalah dalam budidaya ikan sidat. Benih ikan sidat belum dapat diternakan oleh petani sidat dan masih mengambil dari alam.
"Masih belum bisa dilakukan sehingga benihnya itu masih dari alam. Belum bisa dikembangbiakan oleh petani," katanya.
(wij/hen)











































