Infografis tersebut menampilkan gambar dari waduk terbesar kedua di Indonesia tersebut. Di infografis tersebut mencoba meyakinkan dengan adanya kutipan dari Dosen Geologi Unpad, Emi Sukiyah yang menyebutkan infrastruktur sebesar Waduk Jatigede tidak seharusnya dibangun di lokasi itu karena ada lempengan tektonik aktif gempa yaitu Patahan Baribis.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menegaskan, pembangunan waduk ini bukanlah proyek kemarin sore yang dibangun tanpa perencanaan matang. Bahkan dalam proses pembangunannya, pihaknya melibatkan para pakar yang tergabung dalam Komisi Keamanan Bendungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Campur tangan para ahli ini, bahkan mencakup hampir seluruh proses dari mulai perencanaan, pembangunan tubuh bendungan, proses penggenangan area waduk, hingga pengoperasian waduk.
"Jadi ketat sekali pengoperasian bendungan dan waduk itu.β Karena kita tahu, bahwa bagitu kita membangun bendungan itu berarti kita menginvestasi potensi bencana. Makanya prosesnya sangat rumit dan pengawasannya sangat ketat," katanya.
Basuki juga menceritakan bahwa komisi keamanan bendungan ini benar-benar diisi oleh para pakar di bidangnya dari mulai teknik sipil, konstruksi hingga geologi.
"Bahkan komisi keamanan bendungan, kalau dia kesulitan melakukan pemantauan, mereka bisa memanggil panel internasional yang namanya ICOLD (International Commission On Large Dam). Jadi expert (pakar) dari luar negeri pun kita libatkan," katanya.
(dna/hen)











































