Waduk Jatigede di Lokasi Rawan Gempa, Menteri PU: Pembangunan Diawasi Ketat

Waduk Jatigede di Lokasi Rawan Gempa, Menteri PU: Pembangunan Diawasi Ketat

Dana Aditiasari - detikFinance
Senin, 29 Jun 2015 12:01 WIB
Waduk Jatigede di Lokasi Rawan Gempa, Menteri PU: Pembangunan Diawasi Ketat
Jakarta - Pembangunan Waduk Jatigede Sumedang, Jawa Barat mendapat kritikan karena lokasinya berada di zona patahan atau gempa sehingga rawan bencana. Kritikan tersebut antara lain berasal dari infografis yang sempat beredar di media sosial. soal kerusakan sejarah dan budaya dari pembangunan waduk.

Infografis tersebut menampilkan gambar dari waduk terbesar kedua di Indonesia tersebut. Di infografis tersebut mencoba meyakinkan dengan adanya kutipan dari Dosen Geologi Unpad, Emi Sukiyah yang menyebutkan infrastruktur sebesar Waduk Jatigede tidak seharusnya dibangun di lokasi itu karena ada lempengan tektonik aktif gempa yaitu Patahan Baribis.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menegaskan, pembangunan waduk ini bukanlah proyek kemarin sore yang dibangun tanpa perencanaan matang. Bahkan dalam proses pembangunannya, pihaknya melibatkan para pakar yang tergabung dalam Komisi Keamanan Bendungan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di program pembangunan bendungan itu kita memakai yang namanya komisi keamanan bendungan. Walau pun PU mau bikin bendungan itu harus desainnya disahkan oleh komisi keamanan bendungan. Dan itu bukan orang PU. Itu para pakar," kata Basuki berbincang santai dengan detikFinance di ruang kerjanya di kantor Kementerian PUPR, Senin (29/6/2015).

Campur tangan para ahli ini, bahkan mencakup hampir seluruh proses dari mulai perencanaan, pembangunan tubuh bendungan, proses penggenangan area waduk, hingga pengoperasian waduk.

"Jadi ketat sekali pengoperasian bendungan dan waduk itu.β€Ž Karena kita tahu, bahwa bagitu kita membangun bendungan itu berarti kita menginvestasi potensi bencana. Makanya prosesnya sangat rumit dan pengawasannya sangat ketat," katanya.

Basuki juga menceritakan bahwa komisi keamanan bendungan ini benar-benar diisi oleh para pakar di bidangnya dari mulai teknik sipil, konstruksi hingga geologi.

"Bahkan komisi keamanan bendungan, kalau dia kesulitan melakukan pemantauan, mereka bisa memanggil panel internasional yang namanya ICOLD (International Commission On Large Dam). Jadi expert (pakar) dari luar negeri pun kita libatkan," katanya.

(dna/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads