Jika Harga BBM Naik
PLN: Kenaikan TDL Opsi Terakhir
Senin, 21 Feb 2005 15:34 WIB
Jakarta - Dirut PLN Eddie Widiono menegaskan, kenaikan tarif dasar listrik (TDL) adalah langkah terakhir yang akan ditempuh PLN untuk mengantisipasi kenaikan harga BBM. Eddie menilai terlalu pagi untuk berspekulasi menghubungkan kenaikan harga BBM dengan kenaikan tarif listrik. Hal tersebut disampaikan Eddie usai berbicara dalam seminar sehari quo vadis dana kemitraan BUMN di Hotel Sahid, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (21/2/2005).Menurut Eddie, ada beberapa opsi yang akan ditempuh BBM untuk menghadapi kenaikan BBM. Pertama, peningkatan efisiensi. Kedua/B>, meminta bantuan pemerintah untuk menurunkan input cost yang lain. Input cost itu diantaranya pajak, royalti serta beban biaya lainnya. Ketiga, menaikkan atau menyesuaikan subsidi PSO (public service obligation). Keempat, menaikkan tarif. Selain itu, PLN saat ini juga tengah mengupayakan untuk tidak bergantung pada BBM dalam memproduksi listrik. Menurut Eddie, Saat ini tengah dipikirkan untuk membangun pembangkit listrik dengan biaya murah. Misalnya dengan sistem PLTA Mulut Tambang, dimana diselenggarakan oleh satu entitas karena harga batu bara yang murah yakni batu bara loreng yang tidak mungkin diekspor atau tidak punya nilai yang tinggi. Saat ditanya, apakah berarti TDL tidak naik pada tahun 2005, Eddie menampiknya. "Saya tidak bilang begitu. Persoalannya adalah jangan sampai kenaikan harga listrik ini membebani masyarakat. Makanya kita tempuh upaya yang lain. Selain itu kenaikan tarif ini mempunyai biaya politis yang cukup tinggi. Dan ini sebenarnya yang harus ditanggung pemerintah," demikian Eddie Widiono.
(qom/)











































