CT Bicara Masyarakat Ekonomi ASEAN di Depan Nahdliyin

CT Bicara Masyarakat Ekonomi ASEAN di Depan Nahdliyin

Imam Wahyudiyanta - detikFinance
Sabtu, 04 Jul 2015 00:15 WIB
CT Bicara Masyarakat Ekonomi ASEAN di Depan Nahdliyin
Surabaya - Pengusaha Chairul Tanjung (CT) mengapresiasi pemikiran maju Nahdlatul Ulama (NU) yang dinilainya berpandangan jauh ke depan. Pemikiran itu masih relevan termasuk dalam menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akhir tahun ini.

"Tahun 1916, para pendiri NU sudah berpikir luar biasa. Mereka sadar bahwa kemajuan bangsa tidak akan tercapai dan bangkit kalau tidak ada kepintaran dan kecintaan pada bangsa dan negara," ujar CT dalam dialog interaktif pra muktamar ke-33 NU 'Membangun Kemandirian Ekonomi Rakyat' di Masjid Al-Akbar Surabaya, Jawa Timur, Jumat (3/7/2015).

Menurut CT, pemikiran NU masih relevan sampai sekarang meski pemikiran itu sudah berumur lebih dari 100 tahun. Suatu bangsa bisa mengubah nasib kalau bangsa itu mau berjuang atau mau mengubahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan perjuangan saat ini bukan seperti perjuangan pada masa lalu. Perjuangan yang sekarang adalah bagaimana bangsa ini harus menang bersaing termasuk dalam MEA.

"Tetapi masyarakat belum 100% siap menghadapi MEA. Masih banyak langkah-langkah yang harus dilakukan agar masyarakat sadar akan MEA," ujar pemilik CT Corp ini.

CT optimistis MEA bakal akrab dengan masyarakat Indonesia. CT mengatakan bahwa 99,2% barang yang diperdagangkan saat ini sudah 0% bea masuk impornya. Sehingga tidak banyak perbedaan antara kondisi sekarang dengan kondisi MEA nantinya.

Dalam acara yang dihadiri sekitar 2.000 orang itu, CT meminta pemerintah tetap mengawasi produk-produk sensitif yang masuk ke Indonesia. Salah satu contohnya adalah produk pertanian, jangan sampai produk dari luar masuk ke Indonesia tanpa hambatan (barrier).

"Pemerintah harus membatasi produk pertanian dari luar demi para petani kita. Khusus untuk Jatim, pertanian harus dilindungi," katanya.

Selain produk pertanian, tenaga kerja juga harus menjadi perhatian. Jangan sampai tenaga kerja seperti dokter, guru, dan dosen asing (ASEAN) bebas berpraktik dan mengajar di Indonesia.

"Harus di-barrier dengan syarat-syarat tertentu seperti harus bisa berbahasa Indonesia dan lain sebagainya. Pemerintah harus sharing dan caring terhadap MEA," kata CT.

Dalam acara ini, CT didampingi Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Panitia Daerah Muktamar ke-33 NU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Mantan Menteri Pendidikan M Nuh.

Kurang lebih ada 2.000 orang memenuhi acara yang dikemas 'Ngajipreneur' ini. Hadir juga Anita Chairul Tanjung yang ikut berbaur dengan warga NU. Terlihat Warga menyimak paparan CT sambil lesehan dan santai.

(iwd/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads