"Tadi Pak Wapres menemui salah satu Direktur JBIC, bank pembangunan Jepang. Initinya mereka menjelaskan komitmen Pemerintah Jepang untuk membantu lebih banyak program-program pembangunan di Indonesia," kata Menko Perekonomian Sofyan Djalil, ditemui di Kantor Wapres, Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2015).
Sofyan mengatakan, tawaran tersebut tentunya direspons positif oleh Wapres JK. Walaupun Sofyan tidak mengungkapkan berapa nilai pinjaman yang ditawarkan oleh JBIC.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, JBIC menawarkan pinjaman dengan sampai 40 tahun dengan bunga yang murah hanya sekitar 1-2%.
"Namanya pinjaman kan ada bunga, tapi kalau pinjaman multilateral seperti ini (JBIC), relatif lebih murah bunganya dibandingkan kita pergi ke pasar," ungkapnya.
Sofyan mengakui, banyak proyek-proyek infrastruktur di Indonesia dibiayai dengan pendanaan dari JBIC, mulai dari proyek monorail, Mass Rapit Transportation (MRT) dan banyak lagi.
"Tentunya kita senang, artinya pemerintah Jepang menyediakan dana lebih besar yang bisa kita pakai. Sekarang tergantung kita pakai atau tidak. Nah kita sendiri sedang membangun berbagai proyek infrastruktur, ada tawaran atau ada fleksibilitas dengan paket yang lebih besar, kantor lebih besar, tentu akan lebih menguntungkan," ungkapnya.
Bahkan kata Sofyan, pinjaman yang ditawarkan JBIC ini nilainya cukup besar. Dana tersebut tentunya dapat mendukung pembangunan ekonomi di Indonesia.
"Dana yang ditawarkan cukup besar. Saya tidak ingat pasti berapa besarannya dibanding tahun lalu tapi intinya mereka mengatakan JBIC menyediakan dana lebih besar yang bisa digunakan untuk mendukung pembangunan ekonomi Indonesia," ujarnya.
(rrd/dnl)










































