Truk OP Bulog Diusir, Ini Kata PD Pasar Jaya

Truk OP Bulog Diusir, Ini Kata PD Pasar Jaya

Muhammad Idris - detikFinance
Jumat, 10 Jul 2015 15:01 WIB
Jakarta - Berdasarkan pengakuan sopir Perum Bulog, kegiatan Operasi Pasar (OP) sembako murah sempat diusir oleh pengelola pasar. Kejadian tersebut terjadi beberapa waktu lalu di Pasar Johar Baru, Jakarta Pusat, yang dikelola oleh PD Pasar Jaya.

Pihak PD Pasar Jaya tak membantah soal peristiwa tersebut. Namun menurut mereka, tindakan itu bukan sebagai pengusiran truk OP Bulog. Seperti diketahui, Bulog menggelar OP dengan harga sembako lebih murah daripada yang dijual di pasar.

Asisten Manager Humas PD Pasar Jaya Agus Lamun, saat ditemui di Pasar Induk Kramat Jati, Jumat (10/7/2015), menjelaskan soal peristiwa tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau ada sopir yang diusir itu bukan diusir, hanya kurang koordinasi saja," katanya beralasan.

Ia mengatakan, sebagai pengelola pasar, pihaknya mencoba memfasilitasi para pedagang agar OP sembako oleh Bulog tidak setiap hari dilakukan. Apalagi para pedagang menjual komoditas yang sama seperti beras, cabai, bawang, gula, dan lainnya.

"Kami berharap tidak saling mengganggu pedagang dengan OP Bulog. Untuk OP sudah kita jadwalkan, masing-masing setiap harinya, makanya saya harap masing-masing mitra kita ini jalan sesuai pada jadwal-jadwal yang sudah kami tetapkan," katanya.

Agus mengakui, memang ada perintah dari Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman, OP Bulog dilakukan sampai H-2 Lebaran. Menurutnya perlu ada penjadwalan yang bisa memberikan ruang agar pedagang bisa berjualan tanpa terganggu OP Bulog.

"Kami jadwalkan OP ini seminggu pasar ini sehari, di pasar yang lain juga sehari. Nah jadwal sudah kita tentukan. Dalam OP Bulog ini kami hanya titikan di 73 pasar saja yang tersebar di masing-masing wilayah," katanya.

Berdasarkan keluhan pedagang, OP Bulog telah membuat para pedagang kalah bersaing dengan harga Bulog yang lebih murah, sehingga penjualan pedagang ikut turun.

"Dari pedagang ada keluhan OP mengacak-ngacak harga. Kami juga tak bisa salahkan pedagang, ini juga momen mereka untuk bisa mengais rezeki, mengais rezeki lebih banyak di hari-hari biasanya," katanya.

(hen/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads