Dilansir dari CNN, Selasa (14/7/2015), seorang pejabat di Yunani mengatakan, perbankan tidak akan dibuka hingga Kamis. Bank di Yunani sudah tutup selama 2 pekan. Penarikan tunai di ATM juga masih dibatasi 60 euro atau sekitar Rp 800 ribu per hari.
Keputusan penutupan bank ini dilakukan, setelah bank sentral Eropa belum memberikan bantuan uang tunai kepada bank di Yunani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesepakatan suntikan dana baru kepada Yunani dari Eropa telah tercapai, namun dana tersebut belum mengucur. Karena harus ada syarat yang dijalankan Yunani.
Bank di Yunani tidak bisa dibuka tanpa bantuan dana dari bank sentral Eropa. Para ekonom percaya, penutupan bank akan berlangsung paling tidak dalam beberapa hari ke depan lagi.
Kekhawatiran ekonomi akan kolaps, dan adanya penarikan dana besar-besaran, menjadi alasan pemerintah Yunani menutup banknya.
Para pemimpin negara Eropa pengguna mata uang euro (eurozone) sepakat untuk memberikan bantuan baru senilai US$ 96 miliar untuk Yunani selama 3 tahun. Bantuan ini termasuk 25 miliar euro (US$ 26,7 miliar) untuk rekapitulasi perbankan di Yunani.
Parlemen Yunani harus mengesahkan kesepakatan ini dulu pada hari Rabu besok. Bila disahkan, bank sentral Eropa akan secara perlahan mengucurkan dana ke perbankan di Yunani.
Warga Yunani harus antre di ATM untuk mengambil uang sesuai yang diperbolehkan. Para pensiunan yang digaji negara tiap bulan menjadi yang paling terhantam kondisi krisis tersebut.
Sejumlah bank di Yunani tetap buka, sebagai akses bagi para pensiunan untuk mengambil uangnya. Namun para pensiunan ini harus antre panjang, dan pengambilan uang dibatasi 120 euro (US$ 133) per pekan.
(dnl/ang)










































