Impor Beras Juni Melonjak 130%

Impor Beras Juni Melonjak 130%

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Senin, 20 Jul 2015 15:50 WIB
Impor Beras Juni Melonjak 130%
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Juni terjadi impor beras sebanyak 49.539.110 Kg atau sekitar 49.539 ton. Nilainya impor beras khusus ini mencapai US$ 22,313 juta.

Angka ini sangat besar dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Misalnya volume impor beras bulan Mei 2015 sebesar 20.903.235 Kg atau 20.903 ton, nilainya US$ 9,623 juta atau ada kenaikan 130% secara volume.

Sedangkan impor beras pada Februari 2015 hanya 7.912 ton atau senilai US$ 3,1 juta. Pada Januari 2015, impor beras mencapai 16.600 ton atau US$ 8,3 juta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan data BPS yang dikutip detikFinance, Senin (21/7/2015), impor beras pada Juni 2015 berasal dari Thailand mencapai 26.971.000 Kg, nilainya US$ 13,809 juta, lebih tinggi dari impor bulan sebelumnya 11.950.000 Kg, nilainya US$ 5,893 juta.

Sementara impor beras dari Pakistan di bulan Juni 2015 sebesar 500.000 Kg, nilainya US$ 183.800, lebih rendah dari bulan Mei 2015 8.220.000 Kg, nilainya US$ 2,781 juta.

Indonesia juga mengimpor beras dari Vietnam sebesar 3.260.000 Kg di bulan Juni 2015, nilainya US$ 1,629 juta, lebih tinggi dari Mei 2015 sebesar 427.700 Kg, nilainya US$ 290.836.

Selain itu, Indonesia juga mengimpor beras dari India. Di bulan Juni 2015, impornya mencapai 13.497.460 Kg, nilainya US$ 4,915 juta, lebih tinggi dari impor bulan Mei 2015 sebesar 224.535 Kg, nilainya US$ 605.858.

Sedangkan impor beras dari Myanmar Mencapai 5.310.000 Kg, nilainya US$ 1,774 juta, di bulan Mei 2015, tidak ada impor beras dari Myanmar.

Indonesia juga mengimpor beras dari negara lainnya, di bulan Juni 2015 sebesar 650 Kg, nilainya US$ 650, sementara di bulan Mei 2015 mencapai 81.000 Kg, nilainya US$ 51.721.

BPS juga mencatat, impor beras Indonesia dari 5 negara tersebut dalam periode Januari-Juni 2015.

Impor beras dari Thailand selama periode Januari-Juni 2014 tercatat 90.763.600 Kg, nilainya US$ 42,613 juta, lebih tinggi dari periode Januari-Juni 2015 sebesar 77.122.390 Kg, nilainya US$ 42,214 juta.

Impor beras dari Pakistan selama Januari-Juni 2014 sebesar 8.950.000 Kg, nilainya US$ 3,339 juta, lebih rendah dari periode Januari-Juni 2015 sebesar 74.058.000 Kg, nilainya US$ 25,399 juta.

Sedangkan impor beras dari Vietnam Periode Januari-Juni 2014 sebesar 6.206.000 Kg, nilainya US$ 3,277 juta, sementara selama Januari-Juni 2015 impornya sebesar 19.927.194 Kg, nilainya US$ 8,569 juta.

Impor beras dari India selama Periode Januari-Juni 2014 sebesar 61.546.040 Kg, nilainya US$ 22,346 juta, sementara impor beras di periode Januari-Juni 2015 sebesar 16.049.710 Kg, nilainya US$ 6,061 juta.

Impor beras dari Myanmar Periode Januari-Juni 2014 sebesar 8.136.000 Kg, nilainya US$ 1,943 juta, Januari-Juni 2015 sebesar 1.563.173 Kg, nilainya US$ 890.829.

Sedangkan impor beras dari negara lainnya selama periode Januari-Juni 2014 sebesar 675.856 Kg, nilainya US$ 1,943 juta, Januari-Juni 2015 sebesar 1.563.173 Kg, nilainya US$ 890.829.

Secara total, Indonesia impor beras dari 5 negara tersebut selama periode Januari-Juni 2015 sebesar 194.495.467 Kg, nilainya US$ 84,943 juta. Angka ini lebih tinggi dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 176.277.496 Kg, nilainya US$ 76,206 juta.

Seperti diketahui beras yang dikonsumsi di dalam negeri ada kebutuhan untuk sektor khusus seperti pelaku usaha swasta antara lain restoran maupun industri. Sedangkan impor beras secara resmi biasanya dilakukan oleh Perum Bulog dengan penugasan pemerintah, hingga kini belum ada kebijakan impor beras dari pemerintah di 2015.

(drk/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads