Bangun 'Shinkansen' di RI, Jepang dan China Belum Ajukan Proposal

Bangun 'Shinkansen' di RI, Jepang dan China Belum Ajukan Proposal

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Sabtu, 25 Jul 2015 15:05 WIB
Bangun Shinkansen di RI, Jepang dan China Belum Ajukan Proposal
Ilustrasi
Jakarta - Investor Jepang dan China menyatakan ketertarikannya membangun proyek kereta cepat di Indonesia, salah satunya rute Jakarta-Bandung. Namun, hingga kini Kementerian Perhubungan belum juga menerima proposal lengkap pengembangan kereta cepat tersebut.

"Belum ada proposal yang masuk ke kita. JICA (Japan International Cooperation Agency) memang melakukan studi namun belum ada proposal ke kita," kata Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Kementerian Perhubungan, Sugiadi Waluyo kepada detikFinance Sabtu (25/7/2015).
 
Sugiadi tidak menampik bila pihak Jepang melalui JICA telah melakukan studi kelayakan kereta cepat di Indonesia. "Memang ada studi kelayakan. Cuma belum dalam bentuk proposal," ujarnya.

Seperti diketahui, kedua negara ini 'berebut' untuk membangun proyek 'kereta peluru' rute Jakarta-Bandung. Namun, pemerintah baru akan memutuskan siapa investor pada akhir 2015, sambil menunggu keduanya menyelesaikan studi kelayakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BUMN Indonesia yang dipimpin oleh PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan China Railway akan menjadi koordinator pengembangan kereta cepat rute Jakarta-Bandung. Anggota konsorsium BUMN RI antara lain PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PTPN VIII, PT INKA, dan PT LEN Industri.

Sedangkan anggota konsorsium dari BUMN China, antara lain: China Railway International, China Railway Group Limited, Sinohydro Corporation Limited, The Third Railway Survey and Design Institute Group Corporation (TSDI), China Academy of Railway Sciences, CSR Corporation, China Railway Signal and Communication Corporation.

Berhadapan dengan China, Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) juga mengusulkan pengembangan kereta cepat. Usulan JICA, kereta cepat berangkat dari Stasiun Manggarai sedangkan kereta cepat usulan Tiongkok akan berangkat dari kawasan Halim.

(feb/rrd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads