Masuk ke 'Perut' Terowongan Ciliwung, Menteri Basuki 'Banjir' Keringat

Masuk ke 'Perut' Terowongan Ciliwung, Menteri Basuki 'Banjir' Keringat

Dana Aditiasari - detikFinance
Selasa, 28 Jul 2015 17:02 WIB
Masuk ke Perut Terowongan Ciliwung, Menteri Basuki Banjir Keringat
Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono kembali mengecek perkembangan terkini proyek terowongan 'raksasa' pengendali banjir Jakarta di Sungai Ciliwung, Jakarta. Bagian yang dicek Basuki adalah zona outlet atau sisi keluar air di kawasan Kebon Nanas, Jakarta Timur, yang pernah dicek Basuki pada 26 April 2015.

Basuki yang tiba di lokasi sekitar pukul 16.00 WIB langsung turun ke perut terowongan dengan helm putih dan rompi warna hijau muda menutupi kemeja putihnya. Ia didampingi oleh Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Mudjiadi, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane Iskandar, dan anggota Komisi V Nusyirwan.

Sayangnya saat sang menteri di lokasi, proses kegiatan pembuatan terowongan sudah berhenti. Sehingga sistem pengalir udara untuk para pekerja di dalam ruangan sudah mati, dampaknya kondisi udara di terowongan berdiamter 3,5 meter ini cukup panas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Basuki terlihat 'mandi' keringat, sesekali tangannya mengelap dahinya yang cukup berkeringat. Basuki sempat memasuki terowongan sepanjang hingga 150 meter untuk mengetahui pasti perkembangan proyek yang ditargetkan harus tuntas Oktober 2015.

Seperti diketahui proyek penanganan banjir di Jakarta yaitu sodetan Sungai Ciliwung berbentuk terowongan air sepanjang 1,25 km ini terdiri dari bagian inlet yang ada di sisi Sungai Ciliwung dan sisi outlet yang ada di sisi Kanal Banjir Timur (KBT).

Terowongan ini akan dipasang sebanyak 988 pipa air bawah tanah. Pipa ini dipasang sedalam 14 meter di bawah tanah. Batang-batang pipa raksasa sepanjang 2,5 meter dan berdiameter 3,5 meter.

(hen/rrd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads