Investor Tol Pemalang-Batang Bantah Konsesinya Dicabut Pemerintah

Investor Tol Pemalang-Batang Bantah Konsesinya Dicabut Pemerintah

Dana Aditiasari - detikFinance
Kamis, 30 Jul 2015 13:38 WIB
Investor Tol Pemalang-Batang Bantah Konsesinya Dicabut Pemerintah
Jakarta - Manajemen PT Pemalang Batang Toll Road pemegang konsesi Tol Pemalang-Batang, sedang fokus memenuhi permintaan pemerintah untuk mempercepat pembangunan Jalan Tol Pemalang-Batang. Mereka membantah konsesi atau hak pengelolaan mereka dicabut oleh Menteri PU dan Perumahan Rakyat.

Tol sepanjang 39,2 km yang merupakan bagian dari Tol Trans Jawa kini masih mangkrak. Direktur Utama PT Pemalang Batang Toll Road Arman Pandjaitan mengatakan saat ini pihaknya sedang mencari mitra strategis untuk melanjutkan proyek tersebut.

"Sesuai arahan Pak Menteri PUPR (PU dan Perumahan Rakyat), saat ini kami sedang mencari mitra strategis untuk melanjutkan pembangunan proyek ini," kata Arman dihubungi detikFinance, Kamis (30/7/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hingga saat ini sudah ada 4 perusahaan yang menyatakan minat menjadi mitra strategis pembangunan jalan tol ini. "Dua diantaranya sudah menujukkan keseriusannya," katanya.

Ia masih enggan menyebutkan identitas calon mitranya tersebut. "Ini faktor confidential (rahasia) saja karena kami sedang melakukan seleksi. Kalau sudah ada kepastian baru kita busa sampaikan siapa pemenangnya. Pokoknya ada yang BUMN (Badan Usaha Milik Negara) ada yang swasta," tuturnya.β€Ž
β€Ž
Arman mengatakan, pencarian mitra strategis baru tersebut merupakan syarat yang diberikan Menteri PUPR bagi pengelola jalan tolβ€Ž Pemalang-Batang agar tetap bisa memiliki hak konsesi atau pengelolaan jalan tol.
β€Ž
Ia juga meluruskan informasi yang menyebutkan bahwa hak pengelolaan atau konsesi jalan tol yang dipegang perseroan dicabut oleh Menteri PUPR.

Sebelumnya Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengaku sempat menyurati dua Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yakni untuk Jalan Tol Pemalang-Batang dan Batang-Semarang terkait pencabutan konsesi dua Jalan Tol tersebut.

Menurut Arman, surat dari Menteri PUPR yang diterima pihaknya hanya berisi permintaan informasi soal perkembangan pembangunan Jalan Tol yang menjadi tanggung jawabnya.

"Pemalang-Batang Toll Road tidak termasuk yang dicabut izinnya. Tetangga kami yang di Batang-Semarang memang dicabut karena tidak memperpanjang jaminan. Kalau kami sudah memperpanjang jaminan pada bulan lalu," katanya.
β€Ž
Saat ini proses yang juga sedang berlangsung adalah pembebasan lahan. Ada pun untuk proses pembebasan lahan diambil alih oleh pemerintah menggunakan skema baru sesuai arahan undang-undang 2 tahun 2012 tentang penyediaan lahan untuk kepentingan umum seperti pembangunan jalan, perumahan, jembatan, pelabuhan, dan lainnya.

β€Ž"Pembebasan lahan saat ini sudah diambil alih oleh Pemerintah. Kita dikasih waktu mengerjakan konstruksi 1 bulan sejak tanah per seksi pekerjaan sudah 75% dan kami siap. Buktinya kami tidak menunggu dan sudah mulai mencari mitra strategis. Jadi begitu tanah siap, kita bisa jalan konstruksinya," katanya.

Pihak Pemerintah menargetkan Jalan Tol Pemalang-Batang bisa mulai dikerjakan pembangunan konstruksinya pada Agustus 2015.

"Agustus target kita bisa dikerjakan konstruksinya. Karena lahan sudah siap tinggal pembayaran. Sebelum Hari Raya lahan sudah dibayar sehingga konstruksi bisa kita mulai Agustus," ujar Direktur Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Subagyo, ditemui detikFinance beberapa waktu lalu.

Ruas Pemalang-Batang sepanjang 39,2 km dan terdiri dari seksi pekerjaan, saat ini ditangani oleh PT Pemalang Batang Toll Road selaku investor. Biaya investasi untuk ruas ini mencapai Rp 4,08 triliun, dengan masa konsesi 45 tahun.

Penandatanganan PPJT ruas ini telah dilakukan pada Juli 2006 dan diperbaharui pada Juli 2011, namun belum mulai dikerjakan hingga saat ini karena terkendala masalah pembebasan lahan.

Pihak PT Waskita Karya (Persero) selaku BUMN sektor konstruksi pernah menyatakan minatnya untuk ikut masuk dalan pengelolaan tol Pemalang-Batang dan ruas tetangganya Batang-Semarang yang sama-sama mangkrak cukup lama.
β€Ž
"Kalau kita kerjakan Pemalang-Batang dan Batang-Semarang tersambung maka Merak-Pasuruan akan tersambung pada tahun 2018," kata Direktur Utama Waskita Karya M. Choliq di Ruang Komisi VI beberapa waktu lalu.

Waskita menyiapkan dana hampir Rp 4 triliun untuk mengakuisisi dua ruas tol ini. Waskita masih melakukan pendekatan ke BUJT pemegang konsesi Tol Pemalang-Batang dan Batang-Semarang agar bersedia melepaskan sahamnya kepada Waskita.

(dna/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads