Badan Pusat Statistik (BPS) merilis laju inflasi di Juni 2015 sebesar 0,54%. Inflasi year on year (yoy) atau sepanjang Juni 2014-Juni 2015 tercatat 7,26%. Sedangkan sejak Januari-Juni 2015, laju inflasi tercatat 0,96%.
Bagaimana pandangan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo soal inflasi yang tinggi ini?
Β
"Inflasi itu jahat! Yang akan mencuri penghasilan rakyat, membuat ketidakpastian, buat orang menimbun barang," kata Agus dalam acara Seminar Nasional "Memperkuat Modal Dasar Konektivitas," di Ballroom Novotel Hotel, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (30/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inflasi di Sumatera Juni 2015 mencapai angka 7,74% yoy, lebih tinggi dari nasional 7,26%.
"Inflasi ciri khas Indonesia ini karena harga BBM yang tidak cukup sasaran. Di akhir 2014 dilakukan reformasi di bidang subsidi energi dengan dihapuskannya subsidi premium itu langkah baik dan BI hormati. Karena Indonesia dibandingkan negara di ASEAN yang punya inflasi 8% dua tahun terakhir hanya Indonesia. Yang lain di bawah 4%. Bahkan Filipina yang mirip kepada kita inflasinya di bawah 4% karena tidak berikan subsidi BBM seperti Indoensia," jelas dia.
Untuk itu, kata Agus, penghapusan subsidi BBM oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah sangat tepat. Dengan tingkat inflasi rendah akan mendorong daya beli masyarakat yang pada akhirnya bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
BI memproyeksikan angka pertumbuhan ekonomi tahun ini di level 5-5,4%, cenderung bisa ke bawah.
"Kalau tidak hati-hati akan lebih rendah. Inflasi dijaga di angka 4 plus minus 1%, ke depan 4 persen negara beralih tadinya impor ke ekspor," katanya.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Sumatera dalam 5 tahun terakhir di kisaran 5,39%. Di kuartal I-2015 pertumbuhan ekonomi di Sumatera mencapai 3,5%, lebih rendah dari kuartal IV-2014 penyebabnya rendahnya harga minyak dan gas, pertambangan, kelapa sawit dan karet.
"Tren ketergantungan pertanian dan pertambangan 39 persen dari perekonomian Sumatera, jadi kalau ada penurunan global, Sumatera sangat terdampak," tandasnya.
(drk/dnl)











































