Pemerintah Jokowi Tetap Patok Target Pajak Tinggi di 2016

Pemerintah Jokowi Tetap Patok Target Pajak Tinggi di 2016

Maikel Jefriando - detikFinance
Selasa, 04 Agu 2015 19:41 WIB
Pemerintah Jokowi Tetap Patok Target Pajak Tinggi di 2016
Jakarta - Pemerintah tetap mematok target pajak yang lebih tinggi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016. Seperti diketahui, tahun ini target penerimaan pajak adalah Rp 1.295 triliun, dan diproyeksikan tidak tercapai.

"Penerimaan pajak lebih tinggi dari tahun ini," ungkap Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro, usai sidang paripurna di kantor Presiden, Jakarta, Selasa (4/8/2015).

Realisasi penerimaan pajak tahun ini diproyeksikan kekurangan Rp 120 triliun. Alasan utama yaitu, perlambatan ekonomi yang semakin buruk sejak awal tahun 2015.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu untuk belanja negara, berada dalam kisaran Rp 2.000 triliun. Lebih tinggi dibandingkan dengan APBN-P 2015 sebesar Rp 1.984,1 triliun, dengan rincian belanja pemerintah pusat Rp 1.319,5 triliun, dan transfer ke daerah Rp 664,6 triliun.

"Yang pasti di atas Rp 2.000 triliun," imbuhnya.

Bambang menambahkan, dana transfer ke daerah di tahun depan akan lebih besar dibandingkan 2015. Bahkan akan lebih besar dibandingkan dengan belanja Kementerian /Lembaga (K/L).

"Transfer ke daerah lebih tinggi (dari K/L)," tegas Bambang.

Pemerintah juga tetap akan menyuntik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui Penyertaan Modal Negara (PMN). Nilainya akan lebih rendah dibandingkan dengan yang dianggarkan tahun ini. "Iya lebih kecil," sebutnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri BUMN Rini Soemarno menuturkan, hal yang senada terkait penyertaan modal negara (PMN) ke BUMN. Tetapi BUMN, yang menerima suntikan dana segar tersebut masih perlu dibicarakan.

"Rencana PMN tapi masih belum firm (pasti)," kata Rini.

Menko Perekonomian Sofyan Djalil menambahkan, asumsi makro ekonomi sudah ditentukan pada angka yang realistis. Sesuai dengan arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Tadi kan masih kisaran sekarang pemerintah sudah tentukan titik. Target pertumbuhan tadinya kisaran sekarang sudah titik‎, inflasi kisaran sekarang sudah titik. Artinya ini sudah final tinggal disampaikan presiden tanggal 14 Agustus," papar Sofyan.

(mkl/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads