Dialog Spontan Gobel dan Pedagang Daging Saat Blusukan ke Kramat Jati

Dialog Spontan Gobel dan Pedagang Daging Saat Blusukan ke Kramat Jati

Maikel Jefriando - detikFinance
Senin, 10 Agu 2015 11:57 WIB
Dialog Spontan Gobel dan Pedagang Daging Saat Blusukan ke Kramat Jati
Pedagang daging sapi bernama Yusuf (peci putih kiri) saat mendengarkan penjelasan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel di Pasar Kramat Jati (Foto: Maikel/detikFinance)
Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel meresmikan tempat distribusi bahan pangan pokok atau yang disebut dengan nama Depo Bapok Kita di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur. Usai peresmian, Gobel sempat dicecar berbagai pertanyaan oleh salah satu pedagang daging setempat.

Setelah meresmikan Depo Bapok, Gobel langsung dicegat oleh para wartawan yang hadir di acara untuk dimintai keterangan. Namun ketika wawancara berlangsung, tiba-tiba ada pedagang daging yang memotong pembicaraan dari belakang para awak media.

"Kuota impor berapa berapa juta pak dari Australia?" Tanya pedagang yang diketahui bernama Yusuf kepada Gobel, Senin (10/8/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bapak dari mana?" Gobel bertanya balik kepada pria paruh baya yang terlihat sedikit ngotot tersebut.

"Tukang daging, Pak," jawab si pria berlogat Betawi tersebut.

"Kami mendapat masukan, peternak lokal mengeluh karena tidak bisa jual sapinya. Karena sapi masih impor," ujar Gobel.

"Bapak salah kalau begitu. Karena nggak ada sapi kita (lokal) di sini. Enggak memenuhi kebutuhan Pak," kata Yusuf.

Meski demikian, Gobel bersikeras kalau ada peternak lokal yang mengeluh karena serbuan sapi impor.

"Nggak nggak nggak. (Peternak) sapi lokal itu berkeluh Pak," kata Gobel.

"Keluh bagaimana‎?" Tanya Yusuf.

"Karena sapi impor, mereka nggak bisa menjual sapinya," Gobel kembali menjawab.

"Itu bohong, Pak," kata Yusuf.

"Kami pemerintah juga memprioritaskan peternak lokal. Sekarang ini makanya sedang dipelajari. Mungkin ada yang memainkan harga dan memainkan stok. Maka itu Polri yang akan turun menyeldiki," ujar Gobel.

Seolah tidak puas dengan jawaban Gobel, Yusuf malah bertanya kembali dari mana asal peternak lokal yang mengeluh kepada Gobel tersebut.

"Itu sapi lokal di mana, Pak‎?" Yusuf bertanya lagi.

"NTB (Nusa Tenggara Barat) atau NTT (Nusa Tenggara)," ujar Gobel.

"Itu nggak masuk sini, Pak," kata Yusuf.

"Saya pemerintah harus menjaga itu harga (daging). Kalau feedloter atau yang lain macam-macam akan ditindak," tegas Gobel.

"Impor dari Australia itu tolong ditambah kuotanya. Empat puluh lima ribu itu kan banyak. Masak nggak ada masuk sini," ucap Yusuf

"Nanti Bulog yang akan pasok," tutup Gobel yang bergegas meninggalkan lokasi.

Pembicaraan antara Gobel dan Yusuf tersebut berlangsung sekitar tiga menit.

(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads