China Punya Pengalaman Bangun 17.000 Km Jaringan Kereta

China Punya Pengalaman Bangun 17.000 Km Jaringan Kereta

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Selasa, 11 Agu 2015 14:36 WIB
China Punya Pengalaman Bangun 17.000 Km Jaringan Kereta
Kereta cepat buatan China model CRH2C dan CRH3C di Tianjin (Foto: wikipedia)
Jakarta - China menjanjikan pengembangan kereta cepat Jakarta-Bandung bisa groundbreaking September 2015. China sudah punya banyak pengalaman dalam urusan kereta.

Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Andrinof Chaniago, China sudah punya pengalaman membangun 17.000 km jaringan kereta, sekitar 9.000 km di antaranya adalah high-speed railways (HRS) atau high-speed train (HST).

Perwakilan dari China, yaitu Menteri Pembangunan Nasional dan Reformasi Republik Rakyat China Xu Shaoshi sudah bertemu Andrinof dan menyampaikan proposal proyek kereta cepat tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pihak China menjelaskan dengan rinci bagaiman rencana itu masuk akal. Dia tunjukkan pengalaman membangun 17.000 km jalur kereta api, 9.000 km di antaranya merupakan HST dan itu terbesar di dunia," katanya usai pertemuan di kantornya, Jakarta, Selasa (11/8/2015).

China juga mengaku sanggup menyelesaikan proyek bergengsi ini dalam waktu 3 tahun, dimulai pada September 2015 dan rampung pada 2018.

"Tawaran baru sanggup memulai pekerjaan itu di September dan selesai dalam 3 tahun," kata Andrinof.

Cepatnya pembangunan yang ditawarkan oleh China bukan tanpa sebab. Trayek sepanjang 150 km mayoritas dibangun pada jalur layang sehingga dapat meminimalkan pembebasan lahan.

Belum lagi, pengalaman China yang telah teruji dalam pembangunan jalur kereta cepat di dalam negerinya.

Sedangkan, Jepang sebagai pesaing China dalam proyek kereta cepat belum memastikan untuk memulai proyek seperti komitmen China.

"Jepang saya belum dengar lagi. Belum disebut kapan," sebutnya.

Bappenas, ujar Andrinof, dalam 2 minggu ke depan akan melakukan beauty contest atau penilaian proposal kereta cepat yang ditawarkan oleh China dan Jepang. Penilaian juga akan melibatkan pihak ketiga untuk memberi masukan.

"Dalam dua minggu, bisa lebih cepat. ini saya udah perintahkan untuk me-review," ujarnya.

(feb/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads