Aher: Maksimal Harga Daging Rp 100.000/Kg

Aher: Maksimal Harga Daging Rp 100.000/Kg

Tya Eka Yulianti - detikFinance
Rabu, 12 Agu 2015 14:07 WIB
Aher: Maksimal Harga Daging Rp 100.000/Kg
Bandung - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan (Aher) meninjau pelaksanaan operasi pasar daging sapi di Pasar Kosambi Jalan Jendral Ahmad Yani Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/8/2015). Hingga hari ini pedagang daging sapi di Bandung masih mogok, sehingga OP masih berlangsung.

Selama 4 hari operasi pasar digelar di wilayah Bandung Raya, Bulog telah mengeluarkan 7 ton stok daging sapinya untuk memenuhi kebutuhan daging sapi masyarakat yang tak terpenuhi oleh para pedagang yang tengah mogok jualan.

Stok daging sapi yang dimiliki Bulog Jabar saat ini yaitu sekitar 250 ton. Aher meminta masyarakat tidak mengkhawatirkan kelangkaan daging sapi. Bulog siap menjual harga daging sapi murah Rp 90.000/Kg, jauh lebih murah daripada di pasar yang mencapai Rp 120-130.000/Kg.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hasil pantauannya, meskipun para pedagang mogok akibat feedloter (perusahaan penggemukan sapi) tidak mengirim sapinya ke rumah-rumah potong, sehingga tidak ada sapi yang dijual di pasar-pasar kita tapi Bulog bisa tetap melakukan OP untuk meng-handle kebutuhan masyarakat," ujar Aher.

Ia menyebutkan, Bulog Jabar punya persediaan daging sapi sebanyak 250 ton yang siap untuk didistribusikan ke masyarakat jika dibutuhkan.

"Itu yang ada di Bulog Jabar saja. Jadi jangan khawatir dengan persediaan daging meskipun pedagang mogok. Stok cukup," katanya.

Selama 4 hari Bulog menggelar OP di 15 pasar di Bandung Raya telah mengeluarkan sekitar 7 ton daging sapi. "Sekarang ini dalam 3-4 hari sudah habis 7 ton. Jadi stok masih banyak," tuturnya.

Meskipun stok melimpah namun Heryawan berharap pedagang bisa segera berjualan kembali seperti biasa. OP rencananya akan digelar hingga para pedagang berjualan kembali.

"Kalau pedagang sudah jualan tapi harganya masih tinggi, OP akan tetap dilakukan. Maksimal harga daging sapi itu Rp 100.000 per kg," katanya.

(tya/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads