Mendag Thomas Lembong di Mata Sang Sahabat Sandiaga Uno

Mendag Thomas Lembong di Mata Sang Sahabat Sandiaga Uno

Suhendra - detikFinance
Rabu, 12 Agu 2015 17:55 WIB
Mendag Thomas Lembong di Mata Sang Sahabat Sandiaga Uno
Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas T. Lembong muncul sebagai sosok baru di kabinet kerja Jokowi. Di kalangan pengusaha, pria yang biasa Tom ini dikenal sebagai investor bioskop Blitzmegaplex.

Salah satu pengusaha nasional, Sandiaga Uno mengaku salah satu rekan dari Tom yang sama-sama mengembangkan bisnis usaha perusahaan investasi atau Private Equity Fund di era 1990-an. Tom mengembangkan usaha Quvat Capital sedangkan Sandiaga Uno membangun Recapital, di bisnis yang sama.

"Dia sahabat saya waktu awal-awal memulai usaha," kata Sandiaga kepada detikFinance, Rabu (12/8/2015)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengaku mengenal sosok Tom sejak tahun 1990-an ketika Tom Lembong bertugas di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) di akhir 1990-an.

"Dia sosok yang pintar sekali," katanya.

Menurut Sandiaga, Lembong diharapkan bisa berbuat banyak di tempatnya yang baru. Ia mengenal sosok Lembong termasuk yang sangat konsen terhadap kebijakan publik, sehingga cocok menempati jabatan menteri khususnya menteri perdagangan.

"Beliau selalu punya perhatian terhadap public policy, saya berharap dia bisa bawa trade policy yang bisa bawa kesejahteraan dan pemerataan," katanya.

Recapital yang didirikan Sandiaga Uno saat krisis keuangan Asia tahun 1997, terburuk yang pernah ada dalam ekonomi Indonesia. Recapital Advisors telah berkembang dari sebuah perusahaan penasehat keuangan kecil menjadi perusahaan besar, terkemuka, dan kompeten dalam hal kerja sama strategis, manajemen aset keuangan dan investor.

Sedangkan Quvat Capital, salah satu perusahaan yang bergerak di bidang private equity yang mengelola modal hingga US$ 500 juta dan mencakup 11 portofolio perusahaan yang mencakup beberapa sektor termasuk logistik kelautan, konsumsi, dan keuangan.

Lembong sebelumnya bekerja di Deutsche Bank, Morgan Stanley, Farindo Investments, dan sempat 2 tahun bekerja sebagai Kepala Divisi dan Senior VP di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).

(hen/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads