60% Jaringan Kereta Cepat Dunia Ada di China

60% Jaringan Kereta Cepat Dunia Ada di China

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Kamis, 13 Agu 2015 16:38 WIB
60% Jaringan Kereta Cepat Dunia Ada di China
Jakarta - Pemerintah China mengklaim punya jaringan kereta cepat alias high-speed railways (HSTR) terpanjang di dunia. Sejak dibangun 2003, China telah memiliki 17.000 kilometer (km) jaringan kereta cepat.

Sepanjang 9.600 km di antaranya dilayani oleh kereta yang melesat di atas 350 km/jam. Dengan kecepatan dan panjangnya jaringan, jalur kereta cepat di dunia sebanyak 60% berada di China.

"China bangun 17.000 km jalur kereta cepat. Yang kecepatan di atas 350 km/jam ada 9.600 km. Itu setara 60% jaringan kereta cepat di seluruh dunia," Kata Chief Engineer China Railway Coorporation, He Huawu dalam Press Conference Pameran Kereta Cepat China di Senayan City, Jakarta, Kamis (13/8/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan, China memiliki 1 rute dengan panjang 2.298 km. Jalur ini menghubungkan Kota Beijing dan Guangzhou. Rute ini diklaim sebagai jalur kereta cepat terpanjang di dunia.

Meski membangun kereta terpanjang dan dibangun di berbagai medan, China memastikan proses konstruksi dan pengoperasian sangat memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan perjalanan.

"Kami bisa Jamin kualitas tinggi. Dalam pembangunan, kami menjaga kualitas proyek. Kami mempertahankan inspeksi kualitas selama proyek," ujarnya.

Di tempat yang sama, Dubes China untuk Indonesia, Xie Feng mengakui kereta cepat di negaranya pernah mengalami musibah. Namun, ia mengaku angka kecelakaan kereta di China sangat kecil bahkan terendah di dunia.

Baginya, tidak fair bila membesar-besarkan atau membandingkan kecelakaan kereta di China dengan negara lain. Sebab, menurutnya tingkat keselamatan jaringan kereta di China sangat tinggi.

"Menurut informasi. Selama 10 tahun, persentase kecelakaan 0,023% di China. Angka ini terendah, dari semua negara. Di Indonesia, kita berencana bangun HSR Jakarta-Bandung. Ini akan dibangun BUMN China dan Indonesia. Kita akan menetapkan standar tinggi dan teknologi terbaru, supaya bisa menjamin keselamatan 100%," sebutnya.

(feb/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads