Dieng Kena Cuaca Ekstrem, Harga Kentang Mulai Naik 11%

Dieng Kena Cuaca Ekstrem, Harga Kentang Mulai Naik 11%

Lani Pujiastuti - detikFinance
Jumat, 14 Agu 2015 11:24 WIB
Dieng Kena Cuaca Ekstrem, Harga Kentang Mulai Naik 11%
Jakarta - Lahan kentang seluas 200 hektar di sentra penghasil kentang di dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah dilanda gagal panen akibat fenomena 'embun upas' atau suhu ekstrem di bawah 0 derajat celcius. 'Embun upas' telah berembus sejak awal Agustus merusak tanaman kentang dan petani harus memanen lebih awal karena tanaman mati.

Gagal panen di Dieng mulai membuat harga kentang naik. Rata-rata kenaikan harga kentang sekitar 11% di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

"Kentang naik sedikit, biasanya Rp 9.000/kg jadi ada yang Rp 10.000/kg (11%), ada yang bagus jualnya Rp 12.000/kg. Ini kentang Dieng," jelas Surani, pedagang sayur Pasar Minggu kepada detikFinance, Jumat (14/8/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Surani mengatakan langganan menjual kentang Dieng namun belum tahu adanya 'embun upas' yang membuat lahan kentang Dieng gagal panen dan mati akibat suhu ekstrem.

"Saya nggak tahu kalau di Dieng lagi gagal panen. Terakhir belanja kentang kemarin, harga belinya memang naik dikit Rp 1.000-2.000/kg. Ukurannya juga biasa sedang-sedang aja," ujar Surani.

Akibat fenomena 'embun upas' kentang yang biasa dipanen umur 4 bulan, panennya menjadi lebih awal. Produksi bisa turun dari 15 ton/hektar menjadi 5 ton/hektar.

Suhu ekstrem telah merusak ratusan hektar lahan kentang di Dataran Tinggi Dieng. Dataran Tinggi Dieng berada di perbatasan antara Banjarnegara dan Wonosobo, Jawa Tengah.

Masyarat lokal menyebutnya sebagai fenomena embun upas atau embun yang menjadi es sudah terjadi sejak awal Agustus. Akibat suhu ekstrem di bawah 0 derajat celcius tersebut ratusan hektar (Ha) lahan tanaman kentang mati.

(hen/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads