Anggaran Kesehatan 2016 Naik 43%, Ini Fokus Pemerintah

Anggaran Kesehatan 2016 Naik 43%, Ini Fokus Pemerintah

Dana Aditiasari - detikFinance
Jumat, 14 Agu 2015 20:45 WIB
Anggaran Kesehatan 2016 Naik 43%, Ini Fokus Pemerintah
Jakarta -

Pertama kalinya dalam sejarah anggaran bidang kesehatan sesuai dengan amanat undang-undang yaitu 5% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau sebesar Rp 106,1 triliun. Naik signifikan sebesar 43% dibandingkan tahun ini yang hanya Rp 74,3 triliun.

Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek mengatakan, bahwa dengan anggaran sebesar itu Kementerian Kesehatan akan mengubah fokus pemanfaatan anggaran di 2016. Ia mengatakan, fokus penggunaan anggaran akan lebih diutamakan pada upaya-upaya pencegahan penyakit.

"Kami sudah membuat roadmap bagaimana membuat keluarga di Indonesia menjadi sehat.‎ Karena negara yang kuat itu adalah negara yang banyak orang sehatnya, bukan negara yang banyak orang sakitnya," tutur Nila di Gedung BKPM, Jakarta, Jumat (14/8/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini berkebalikan dengan pola penggunaan anggaran di tahun-tahun sebelumnya yang hanya fokus pada pengobatan dan penyembuhan sehingga terkesan menunggu terjadinya penyakit‎ baru dilakukan tindakan.

"Pelajaran yang kita dapat di era jaminan kesehatan justru lebih banyak orang sakit dari pada orang sehat. Program-program lebih banyak fokus pada pengobatan dan penyembuhan," tuturnya.

"Pada saat ini pengobatan dan penyembuhan tetap akan kita teruskan, tapi fokusnya perlahan kita ubah supaya lebih banyak orang sehat dan klaim kesehatan bisa menurun," tuturnya.

Untuk memuluskan upaya tersebut, salah satu caranya adalah dengan peningkatan kualitas Sumberdaya Manusia (SDM) terutama tenaga penyuluh kesehatan.‎

"SDM, akan kami benahi. Karena ada masalah distribusi tenaga penyuluh yang tidak merata. Jadi salah satu caranya untuk preventif (pencegahan) adalah pembenahan SDM," jelasnya.‎

Kemudian adalah pembenahan gizi. "Kami harapkan di masa mendatang tidak ada lagi permasalahan kekurangan gizi sehingga kita akan tambah anggaran untuk gizi," katanya.

Dalam nota Keuangan Tahun 2016 tercatat alokasi anggaran kesehatan mencapai Rp 106,1 triliun atau 5% dari RAPBN 2016. Anggaran tersebut dialokasikan untuk mendukung peningkatan kulitas pelayanan kesehatan yang lebih baik dan merata di pusat dan daerah.

Selain pembangunan sarana dan prasarana kesehatan, anggaran tersebut juga untuk memperluas cakupan penerima bantuan iuran (PBI) jaminan kesehatan nasional menjadi sebanyak 92,4 juta jiwa.‎

(dna/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads