Kementerian Pertanian yang diwakili Staf Ahli Menteri Bidang Investasi Pertanian Syukur Iwantoro beserta Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Riwantoro sidak ke perusahaan penggemukan sapi ke PT Catur Mitra Taruma (CMT) di Jonggol. Apa hasilnya?
Begitu tiba, Syukur langsung berbincang santai dengan pemilik PT CMT di dalam kandang sapi.
"Sapi di sini kebanyakan paling lama umurnya baru 80 hari. September nanti mungkin sudah ada yang bisa keluar. Triwulan II belum ada yang keluar karena belum ada yang bisa dipotong," kata Syukur di lokasi, Minggu (23/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bisa tolong disampaikan berapa stok sapi di kandang lalu harga jual dari sini?," tanyanya.
Perusahaan penggemukan sapi PT CMT berkapasitas 5.000 ekor sapi hingga hari ini terisi 3.491 ekor. PT CMT, Reza Zulfikar menuturkan harga sapi boot hidup di tempatnya berada di kisaran Rp 36.000-Rp 38.000
"Harga dari kami paling tinggi di awal bulan Agustus Rp 41.000/kg bobot hidup. Kami selalu di bawah Rp 40.000/kg bobot hidup yaitu Rp 36.000-38.000/kg," jawab Reza.
Reza melanjutkan, pada triwulan II belum ada stok sapi yang Ia keluarkan sebab umurnya belum sampai. "Kuartal II selain kita stoknya berkurang, itu umurnya belum sampai untuk dipotong. Sapi sampai 4 bulan ke depan ada. Siap dilepas bulan depan 1.000an ekor. Sampai Desember tiap bulan akan keluarkan 1.000 ekor," terang Reza.
Reza menjelaskan harga daging sapi di rantai pemasarannya sudah di bawah Rp 95.000/kg.
"Di rantai pasar saya seperti pasar Ciputat dan Kebayoran bisa dicek harga Rp 95.000/kg," tambah Reza.
Stok sapi impor di kandangnya seluruhnya dari Australia, Ia tidak mau ambil resiko mendatangkan sapi selain dari Australia.
"Ini hanya dari Australia. Setahu saya hanya Australia yang bebas PMK (penyakit mulut dan kuku). Jangan coba-coba India yang belum bebas PMK," ujarnya.
Reza kemudian menunjukkan stok sapi lokal yang dimilikinya untuk dikembangbiakkan lalu dikawin silang dengan sapi impor. "Ada 10% stok sapi untuk pembibitan termasuk sapi lokal untuk dikembangbiakkan. Hasilnya bagus. Kami ambil dari Jombang Jawa Timur itu bagus-bagus. Kami sengaja kembangbiakkan sampai bobot satu ton lebih nanti," tutupnya.
(zul/ang)