Konsumsi BBM Naik 15 Persen

Dampak Kenaikan Harga

Konsumsi BBM Naik 15 Persen

- detikFinance
Jumat, 25 Feb 2005 17:11 WIB
Jakarta - Konsumsi BBM secara nasional untuk seluruh jenis BBM meningkat 15 persen dari 165,1 ribu kilo liter (kl) per hari pada Februari 2004 menjadi 189,7 kl per hari pada Februari 2005. Kenaikan pemakaian BBM ini selain disebabkan oleh peningkatan kegiatan ekonomi juga merupakan dampak atas rencana kenaikan BBM. Menurut siaran pers dari Pertamina, Jumat (25/2/2005), berdasarkan siklus tahunan kebutuhan BBM, umumnya terjadi penurunan permintaan pada awal tahun dibanding kebutuhan di akhir atau pertengahan tahun. Meskipun demikian Pertamina telah menyiapkan stok BBM yang cukup untuk menjamin ketersediaan BBM. Posisi stok untuk saat ini berada di 22 hari atau dikondisi optimum ketersediaan BBM di dalam negeri.Peningkatan konsumsi tertinggi terjadi pada bahan bakar jenis Solar dari 65,8 ribu kl per hari menjadi 81,9 ribu kl per hari pada periode bulan yang sama tahun ini. Premium meningkat dari 40,1 kl per hari menjadi 45,1 kl per hari, sedangkan Minyak Tanah dikendalikan dari 31,7 ribu kl per hari menjadi 31,4 ribu kl per hari pada Februari 2005. Untuk minyak Bakar juga mengalami peningkatan dari 17,6 ribu kl per hari menjadi 18,8 kl per hari. Secara keseluruhan hasil perhitungan konsumsi BBM selama 2004 (unaudited) mencapai 61,7 juta kl dengan rincian: Premium 16,2 juta kl, Minyak Tanah 11,7 juta kl, Miyak Solar 26,9 juta kl, Minyak Diesel 1,1 juta kl dan Minyak Bakar 5,7 juta kl. Untuk biaya pokok rata-rata periode 1 Januari hingga 31 Desember 2004 (unaudited) mencapai Rp 2503 per liter dengan biaya bahan baku sebesar Rp 2320 per liter (92,7 persen dari total biaya) dan biaya produksi dan operasi distribusi BBM sebesar Rp 183 per liter (7,3 persen). Biaya bahan baku sepenuhnya diluar kontrol Pertamina karena sangat terkait erat dengan pergerakan harga minyak dunia. Rincian biaya pokok per jenis BBM adalah sebagai berikut: Premium Rp 2665 per liter, minyak Tanah Rp 2479 per liter, Solar Rp 2514 per liter, minyak diesel Rp 2186 per liter dan minyak Bakar Rp 2108 per liter. Hasil evaluasi Pertamina atas distribusi BBM selama 2004 menyimpulkan bahwa terganggunya distribusi dan kekurangan BBM disebabkan oleh empat sebab utama yakni: masalah produksi & suplai, pembatasan alokasi, penyalahgunaan akibat disparitas harga, dan keterjangkauan distribusi BBM. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads