Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Muladno Bashar menuturkan bahwa dirinya telah menyampaikan kepada Menko Perekonomian Darmin Nasution agar pemerintah sebisa mungkin mendorong impor sapi indukan. Tahun depan diusulkan ada 500.000 ekor impor sapi indukan, sedangkan tahun ini 30.000 ekor dalam proses pengadaan.
"Kemarin waktu rapat di Kemenko saya sudah katakan ke Menko Pak Darmin (Nasution), kalau mau mempercepat swasembada harus dipercepat juga diperbanyak impor sapi indukannya. Makin banyak, makin cepat juga swasembada," kata Muladno kepada wartawan di Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (28/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Impor sapi indukan, banyaknya sampai dengan 500.000 menurut hitung-hitungan Bappenas tahun depan," ujarnya.
Muladno menjelaskan, perhitungan tersebut dibuat Bappenas berdasarkan kenyataan di lapangan bahwa banyak sapi betina produktif yang dipotong. Akibatnya terjadi depopulasi sapi dalam beberapa tahun terakhir.
Untuk mengembalikan populasi sapi paling tidak pada tingkat populasi yang sama dengan tahun 2011, yakni 14 juta ekor sapi, dibutuhkan sapi indukan sampai 500.000 ekor.
"Sekarang ini banyak betina produktif dipotong, untuk bisa kembalikan ke populasi yang nyaman lagi itu menurut Bappenas kira-kira butuh 500.000 ekor," paparnya.
Impor sapi indukan hingga 500.000 ekor tersebut kemungkinan besar akan dilakukan oleh pemerintah melalui Perum Bulog. Sapi indukan yang diimpor direncanakan akan dititipkan di feedloter milik swasta. Sebab, PT Berdikari, BUMN yang bergerak di bidang peternakan, tak memiliki kandang yang cukup besar untuk menampung hingga 500.000 ekor. Sedangkan tahun ini, pengadaan sapi indukan sebanyak 30.000 ekor melibatkan importir swasta.
"Kami mengusulkan kemarin yang mengimpor negara, uangnya pakai APBN, kemungkinan melalui Bulog. Sapinya nanti diwajibkan untuk dipelihara di feedloter swasta, kalau BUMN nanti nggak cukup tempatnya," ungkap Muladno.
Namun, pemerintah masih menghitung lagi berapa sapi indukan yang mampu diimpor tahun depan. Pasalnya, anggaran pemerintah terbatas.
"Pak (Menko Perekonomian) Darmin Nasution bilang kalau 500.000 ekor nggak mungkin itu, kebanyakan. Duitnya dari mana, berapa pasnya, nah itu belum dirapatkan. Nanti realisasinya berapa kan tergantung duitnya," katanya.
(hen/hen)











































