Melambatnya Ekonomi China Mulai 'Menghajar' Uni Eropa

Melambatnya Ekonomi China Mulai 'Menghajar' Uni Eropa

Angga Aliya - detikFinance
Minggu, 06 Sep 2015 10:44 WIB
Melambatnya Ekonomi China Mulai Menghajar Uni Eropa
Foto: Reuters
Jakarta - Melambatnya pertumbuhan ekonomi China menjadi kabar buruk bagi seluruh dunia. Negera berkembang seperti Indonesia saja sudah merasakan dampaknya dengan pelemahan rupiah dan ekspor.

Dampak dari Negeri Tirai Bambu ini juga dirasakan oleh negara-negara maju, termasuk yang tergabung di Uni Eropa. European Central Bank (ECB) alias sudah memangkas target pertumbuhan ekonomi Uni Eropa.

ECB menuding China jadi penyebabnya. Sebab, ekspor negara-negara Uni Eropa turun drastis gara-gara ekonomi China melambat. Ekspornya ke negara-negara berkembang lain di Asia juga ikut turun akibat daya beli yang lesu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Proyeksi inflasi juga dipangkas di 19 negara Uni Eropa. Diperkirakan inflasi hanya 0,1% tahun ini. Deflasi juga dimungkan terjadi menyusul harga minyak yang turun.

"Mungkin dalam beberapa bulan ke depan akan ada deflasi," kata Presiden ECB, Mario Draghi, kepada wartawan seperti dikutip CNN, Minggu (6/9/2016).

Setelah memangkas suku bunga acuan sampai ke titik terendahnya, Draghi juga meluncurkan program stimulus masif awal tahun ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Eropa.

ECB sudah memborong surat utang pemerintah dan aset lainnya senilai 60 miliar euro (Rp 900 triliun sejak Maret 2015. Pembelian yang dilakukan memakai uang baru cetak ini akan terus dilakukan setidaknya hingga tahun depan.

(ang/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads