Dampak dari Negeri Tirai Bambu ini juga dirasakan oleh negara-negara maju, termasuk yang tergabung di Uni Eropa. European Central Bank (ECB) alias sudah memangkas target pertumbuhan ekonomi Uni Eropa.
ECB menuding China jadi penyebabnya. Sebab, ekspor negara-negara Uni Eropa turun drastis gara-gara ekonomi China melambat. Ekspornya ke negara-negara berkembang lain di Asia juga ikut turun akibat daya beli yang lesu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mungkin dalam beberapa bulan ke depan akan ada deflasi," kata Presiden ECB, Mario Draghi, kepada wartawan seperti dikutip CNN, Minggu (6/9/2016).
Setelah memangkas suku bunga acuan sampai ke titik terendahnya, Draghi juga meluncurkan program stimulus masif awal tahun ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Eropa.
ECB sudah memborong surat utang pemerintah dan aset lainnya senilai 60 miliar euro (Rp 900 triliun sejak Maret 2015. Pembelian yang dilakukan memakai uang baru cetak ini akan terus dilakukan setidaknya hingga tahun depan.
(ang/ang)










































