Follow detikFinance
Senin, 14 Sep 2015 11:33 WIB

Ini Penampakan Rel 'Mati' Terbengkalai di Pinggir Jalan

Wiji Nurhayat - detikFinance
Jakarta - Kebijakan Pemerintah Orde Baru yang lebih fokus pada pembangunan jalan membuat infrastruktur kereta terabaikan, seperti jalur Jombang-Pare-Kediri di Jawa Timur yang kini sudah mati sejak 1981. Kondisi rel banyak yang sudah terbengkalai di pinggir jalan.

Berdasarkan data dari Komunitas Roemah Toea Yogyakarta soal laporan observasi jalur kereta api non aktif lintas Jombang-Pare-Kediri eks Kediri-Stoomtram Maatschappij (KSM) yang dibuat Hari Kurniawan, Javanesche Spoorwegen Observeur 2013, yang dikutip detikFinance, Senin (14/9/2015).

Posisi jalur rel yang sebagian besar bersebelahan dengan jalan umum, merupakan salah satu penyebab matinya jalur Eks KSM sepanjang 50 km ini.



Kediri-Stoomtram Maatschappij (KSM) didirikan pada tanggal 27 September 1895, merupakan perusahaan transportasi kereta api swasta yang menjadi sarana angkutan utama untuk mengangkut hasil perkebunan dan pertanian di wilayah Kediri dan sekitarnya.

Kediri-Stoomtram Maatschappij (KSM) telah membangun jalur rel sepanjang 121 km. Di wilayah eks karesidenan Kediri dan sekitarnya. Jalur rel milik KSM merupakan pendukung (lintas cabang/ pendamping) dengan lintas utama jalur rel Staats-Spoorwegen (SS) yang terlebih dahulu beroperasi pada periode tahun 1880-1881 di lintas Sidoarjo-Jombang-Kertosono-Kediri.



Lintas Jombang-Pare-Kediri sejauh 50 km yang dibuka tanggal 7 Januari 1897 termasuk lintas Jombang (SS) sampai Jombang Kota (KSM) sejauh 2,7 km pada tahun 1898, Pesantren-Wates sejauh 14 km dan Pelem-Bogokidul-Papar sejauh 15,5 km dibuka bersamaan pada tanggal 8 Mei 1897, Gurah-Brenggolo-Kawarasan sejauh 9 km dibuka tanggal 1 Juni 1899, Brenggolo-Djengkol sejauh 3 km dibuka tahun 1900, Pare-Kepung sejauh 13 km dibuka tanggal 31 Agustus 1898.

Pare (Tulungrejo)-Kencong sejauh 6 km dibuka tanggal 1 Juni 1898 dan diperpanjang sampai Konto (sejauh 4 km) yang dibuka pada tanggal 12 Mei 1899 , Pulorejo-Ngoro dibuka tanggal 7 Desember 1898, kemudian diperpanjang dari Ngoro-Kandangan dibuka tanggal 19 Januari 1899, dengan total jarak sejauh 13 km.

Sejak didirikan pada tanggal 27 September 1895, NV Kediri-Stoomtram Maatschappij (KSM) berada di periode era Kolonial Hindia Belanda sampai dengan tanggal 8 Maret 1942.



Kemudian dinasionalisasikan dan dilebur besamaan dengan 11 perusahaan perkereta-apian swasta Hindia Belanda oleh penjajahan Jepang di bawah angkatan darat tentara Jepang, Rikuyu Kyoku. Jawatan ini kemudian di bawah dinas militer Tetsudo Kyoku yang terbagi dalam Zimuso atau daerah eksploitasi dan inspeksi perkereta-apian. KSM masuk ke pembagian daerah untuk zona Jawa Timur atau Tobu Kyoku.

Setelah Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, pegawai kereta api yang tergabung dalam Angkutan Moeda Kereta Api (AMKA) mengambil alih perkereta-apian pada tanggal 28 September 1945 di kantor pusat Bandung dan dibentuklah Djawatan Kereta Api Indonesia (DKARI) pada tanggal 30 September 1945.



Kemudian Verenigde Spoorwegenbedrijf Kediri-Stoomtram Maatschappij (VS-KSM) diambil alih pada tahun 1946 oleh pemerintah Indonesia di bawah DKARI.

(hen/rrd)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed