Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan pemerintah masih melakukan penghitungan dan cek ulang terhadap kebutuhan, stok, dan produksi beras nasional.
"Nggak rapat soal impor beras. Baru kalibrasi (cek ulang) data soal pangan secara umum. Artinya baru diskusi soal data, dan perkiraan produksi (gabah)," kata Darmin usai rapat koordinasi di Kantor Menko Bidang Ekonomi, Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (21/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yah bukan khusus itu (impor beras). Kita ngomongnya masih di level kalibrasi data saja. Yah diskusi saja, artinya tentang data, perkiraan, dan diskusi kekeringan. Tapi nggak mengerucut secara tajam," tutup Darmin sebelum meninggalkan kantornya.
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) sempat mengatakan soal rencana impor beras untuk menjaga stok beras Bulog yang hanya 1,5 juta ton dari angka ideal seharusnya 2,5-3 juta ton.
"Ini kan masalahnya kekeringan. Ya kita tidak ingin mengorbankan masyarakat dengan berpegang pada perkiraan yang bisa salah. Karena itulah maka kita buka kemungkinan impor secepatnya. Kita akan melihat itu sebagai kemungkinan, harus buka," kata JK di Hotel Borobudur.
(hen/hen)











































