Indonesia kini dikenal sebagai pengimpor bahan pangan. Bahkan semalam, masih segar, Presiden Joko Widodo (Jokowi) blak-blakan soal kondisi Indonesia yang ketergantungan pangan impor.
Jokowi memaparkan, di 2014 lalu, jumlah impor gandum mencapai 7,4 juta ton, gula 3,2 juta ton, dan jagung 3,3 juta ton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini, Badan Pusat Statistik (BPS), melakukan seminar nasional Hari Statistik 2015 bertema 'Peningkatan Kinerja Pertanian Indonesia Menuju Kedaulatan Pangan' di kantor Pusat BPS, Jalan Dr. Sutomo, Jakarta, Selasa (22/9/2015).
Kepala BPS, Suryamin mengatakan, di tengah ekonomi sulit sektor pertanian Indonesia masih tumbuh positif.
"Contoh saja, subsektor perikanan bahkan melampaui tingkat nasional, walaupun pada kuartal II-2015 terdapat perlambatan ekonomi, tumbuhnya mencapai 8% pada kuartal I-2015. Sektor pertanian masih penting. Sekitar 1/3 tenaga kerja di Indonesia diserap sektor pertanian," ujar Suryamin.
Pemerintah pada tahun ini, fokus membenahi irigasi untuk menopang sektor pertanian di Indonesia. Tujuannya agar produksi pangan meningkat. "BPS akan menjadi rekomendasi utama sekaligus menjadi bahan pertimbangan lagi pemerintah untuk mengambil kebijakan," ujar Suryamin.
Suryamin mengatakan, seminar ini akan megeluarkan semacam rekomendasi untuk mencapai ketahanan pangan. Serta analisa tantangan dan kesempatan dalam pembangunan pertanian di Indonesia.
(dnl/hen)











































