Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 22 Sep 2015 14:34 WIB

Ini Pintu Masuk Stasiun MRT Jakarta yang Mirip di Singapura

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
foto: ilustrasi Stasiun MRT Lebak Bulus (dok. MRT Jakarta) foto: ilustrasi Stasiun MRT Lebak Bulus (dok. MRT Jakarta)
Jakarta - Moda transportasi massal berbasis kereta (Mass Rapid Transit/MRT) akan hadir di Jakarta mulai tahun 2018. Saat ini, proses konstruksi untuk jalur kereta layang (elevated) dan jalur kereta bawah tanah (underground) sedang berlangsung. Saat beroperasi pada tahun 2018, terdapat 6 stasiun underground dan 7 stasiun elevated.



Dari gambar milik PT MRT Jakarta yang dikutip oleh detikFinance, letak stasiun jalur bawah tanah berada di dekat trotoar dan gedung di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman sampai Jalan MH Thamrin, Jakarta. Seperti Stasiun Bundaran HI, lokasi pintu masuk stasiun berada di area trotoar jalan.

Desain pintu masuk dan keluar stasiun bawah tanah MRT Jakarta memiliki kesamaan dengan MRT yang telah beroperasi di Singapura hingga Hong Kong.



Bila ingin menggunakan MRT, calon penumpang bisa masuk pada pintu masuk MRT yang memiliki nama stasiun, dan langsung tersedia eskalator yang mengantar ke terminal bawah tanah. Untuk jalur bawah, calon penumpang MRT bisa masuk ke lantai bawah level I atau area publik. Di sana, calon penumpang bisa beraktivitas pada area komersial atau bisa langsung masuk ke pintu otomatis (gate). Untuk masuk ke dalam kereta, penumpang bisa turun satu lantai lagi di area platform.



Sekretaris Perusahaan PT MRT Jakarta, Hikmat menyebut desain stasiun dan fasilitas MRT di Jakarta mengacu pada standar global. Alhasil, memang ada kesamaan dengan berbagai bentuk stasiun dan fasilitas pada layanan MRT yang telah ada lebih awal seperti di Singapura.



"Modelnya (stasiun MRT) kayak begitu (standar dunia)," kata Hikmat kepada detikFinance, Selasa (22/9/2015).

(feb/dnl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com