"Saya sendiri terkaget. Karena kami tahunya pas lagi rapat. Di berita, saya masih rapat sama beliau (Chandra Hamzah), baca di detikcom ada isu itu. Tapi kami masih rapat berdua," ungkap Sofyan Basir ditemui di Istana Negara, Selasa (29/9/2015).
Ia mengatakan, dirinya setiap bulan rutin menggelar rapat dengan Dewan Komisaris yang dipimpin Chandra Hamzah, dan sampai saat ini tidak ada masalah sama sekali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BTN pada Rabu (2/9/2015) lalu, memutuskan mengangkat Chandra M. Hamzah sebagai Komut BTN.
Sebelumnya, Menteri BUMN Rini Soemarno beralasan, pengangkatan mantan pimpinan KPK tersebut karena Komut BTN sudah lama kosong.
"Setelah me-review (mengkaji), kami membutuhkan komisaris lama yang kosong. BTN ingin kita kembangkan lebih lanjut, maka butuh posisi komisaris," kata Rini.
Tapi, hari ini usai bertemu Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN, Edwin Hidayat Abdullah, di Kantor Kementerian BUMN. Candra M. Hamzah menyatakan, dirinya menolak menjadi Komut BTN, dan memilih untuk tetap menjadi Komut PLN.
"Hari ini saya sampaikan ke Pak Edwin, mengenai status saya sebagai Komisaris Utama PLN saya serahkan sepenuhnya kepada RUPS yaitu Bu Menteri. Untuk memutuskan saya cocok atau tidak cocok sebagai Komut PLN. Sementara untuk BTN sendiri, saya sudah sampaikan ke Pak Edwin yang intinya saya tidak bersedia menjadi Komut BTN," tutur Chandra.
(rrd/hen)











































